
Tesla sedang menerapkan teknologi baru berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membuat pengaktifan airbag menjadi lebih efisien dan adaptif dalam kecelakaan lalu lintas.
Menurut situs Car and Driver, produsen mobil tersebut mulai menerapkan Tesla Vision, sebuah sistem yang mampu menganalisis data secara real time selama tabrakan untuk menyesuaikan cara kerja airbag sesuai dengan setiap situasi.
Fitur ini menggunakan kamera dan sensor internal serta eksternal kendaraan, selain algoritma AI, untuk menentukan faktor-faktor seperti posisi penumpang, tingkat keparahan benturan, dan dinamika kecelakaan sebelum menentukan bagaimana airbag harus diaktifkan.
“Tesla Vision memungkinkan kami mengaktifkan airbag hingga 70 milidetik lebih cepat jika Tesla Anda mendeteksi tabrakan yang tidak dapat dihindari. Ini bisa menjadi perbedaan antara cedera serius dan [keluar tanpa cedera] dari kecelakaan,” kata Tesla di profil resmi X miliknya.
Menurut pabrikan, sistem ini dapat mengubah parameter seperti intensitas, kecepatan pengembangan, bahkan waktu tepat pembukaan airbag untuk mengurangi risiko cedera dalam skenario kecelakaan.
Tesla menyatakan bahwa sistem saat ini menggunakan konfigurasi yang relatif standar, sementara teknologi baru ini akan mencari respons yang lebih personal untuk berbagai jenis tabrakan dan profil penumpang.
Vision awalnya diluncurkan dengan versi perangkat lunak 2025.32.3 pada September tahun lalu dan saat ini tersedia pada Models 3 dan Y keluaran 2023 dan yang lebih baru, serta pada beberapa model 2022 dan yang lebih baru dari Models S dan X.
Tesla Vision allows us to deploy airbags up to 70 milliseconds earlier if your Tesla detects an unavoidable collision
This can be the difference between serious injury & walking away from a crash pic.twitter.com/21p6WttQ9V
— Tesla (@Tesla) May 8, 2026
Foto dan video: Tesla / X @Tesla. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
