
Personel militer di Pangkalan Angkatan Udara Robins, Georgia, berada di garis depan dalam upaya strategis menghadapi ancaman yang terus meningkat terhadap dunia penerbangan: serangan laser terhadap pesawat.
Proyek yang dipimpin oleh Angkatan Udara Amerika Serikat ini mencakup modernisasi sistem perlindungan mata yang digunakan oleh awak udara, menyusul lonjakan signifikan insiden tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Federal Aviation Administration (FAA), kasus penyinaran laser terhadap pesawat meningkat hampir 48% sejak 2020. Pada tahun 2025 saja, lebih dari 10.000 insiden tercatat di seluruh Amerika Serikat. Selain membahayakan keselamatan penerbangan, paparan langsung dapat menyebabkan cedera mata sementara maupun permanen pada pilot.
Generasi Baru: Block 3
Untuk mengurangi risiko tersebut, Air Force Life Cycle Management Center melalui Divisi Sistem Manusia di Pangkalan Angkatan Udara Wright-Patterson, tengah menerapkan pembaruan menyeluruh terhadap peralatan perlindungan mata awak udara melalui program Technology Insertion — yang ditinjau setiap lima hingga tujuh tahun.
Keluarga perangkat Block 3 yang baru, dikembangkan bekerja sama dengan tim di Pangkalan Angkatan Udara Robins, mencakup enam perangkat modular, termasuk:
- Kacamata untuk penggunaan siang hari
- Kacamata untuk penggunaan malam hari
- Peralatan balistik
- Visor yang kompatibel dengan kacamata penglihatan malam
Keunggulan teknologi Block 3 terletak pada penggunaan pewarna optik baru yang mampu memblokir rentang panjang gelombang laser berbahaya yang lebih luas, sekaligus memungkinkan lebih banyak cahaya alami masuk. Hasilnya adalah kejernihan visual yang lebih baik tanpa mengorbankan perlindungan.
+ Kapal perusak USS Mason: Komandan dicopot oleh Angkatan Laut AS
Target 45.000 Unit hingga 2029
Angkatan Udara berencana mendistribusikan lebih dari 45.000 perangkat hingga tahun 2029. Inisiatif ini bertujuan melindungi personel militer dan pesawat dalam situasi di mana serangan laser terus meningkat.
Para ahli menekankan bahwa meskipun banyak insiden ini berasal dari warga sipil dan dikategorikan sebagai kejahatan federal, dampak operasionalnya signifikan — berpotensi memaksa pesawat melakukan go-around, menyebabkan keterlambatan, bahkan pembatalan misi.
Sistem perlindungan mata terbaru ini merupakan respons teknologi langsung terhadap eskalasi ancaman, sekaligus memperkuat keselamatan awak udara dalam misi domestik maupun internasional.
Sumber dan gambar: af.mil. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
