
Pembom jarak jauh Tu-22M3 melakukan penerbangan lebih dari lima jam di atas perairan netral, didampingi oleh jet tempur Su-35 dan Su-27.
Angkatan Dirgantara Rusia melakukan penerbangan terencana menggunakan pembom jarak jauh Tu-22M3 di atas perairan netral Laut Baltik, menurut pernyataan yang dirilis pada Kamis (23) oleh Kementerian Pertahanan Rusia, yang juga mempublikasikan video operasi tersebut.
+ AS hancurkan kapal kartel narkoba di Pasifik untuk pertama kalinya
Rekaman tersebut memperlihatkan pembom dikawal oleh jet tempur Su-35S dan Su-27 selama penerbangan yang berlangsung lebih dari lima jam. Di beberapa bagian rute, pesawat Rusia diikuti oleh jet tempur dari negara asing, menandakan adanya pengawasan ketat oleh pasukan NATO.
+ Tonton video yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia
Menurut Moskow, penerbangan tersebut dilakukan “sesuai dengan aturan internasional mengenai penggunaan wilayah udara,” menekankan bahwa kru penerbangan jarak jauh “secara rutin melaksanakan misi serupa” di atas perairan netral Arktik, Atlantik Utara, Samudra Pasifik, Laut Hitam, dan Laut Baltik.

Ketegangan yang meningkat di Baltik
Penerbangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Baltik, di mana kehadiran militer Rusia dan NATO semakin intensif. Dalam beberapa bulan terakhir, negara-negara seperti Swedia dan Finlandia — yang kini menjadi anggota Aliansi Atlantik — telah memperkuat pertahanan udara dan laut mereka, sementara Rusia meningkatkan latihan dan patroli strategis di wilayah sekitarnya.
Para analis menunjukkan bahwa penerbangan seperti ini, dilakukan oleh pembom yang mampu membawa rudal jelajah dan senjata nuklir taktis, juga berfungsi sebagai demonstrasi kekuatan dan respons langsung terhadap meningkatnya aktivitas militer Barat di perbatasan Rusia.
Konteks regional

Sejak dimulainya perang di Ukraina, Laut Baltik telah menjadi salah satu titik utama rivalitas antara Moskow dan Barat. Peningkatan frekuensi intersepsi udara dan latihan militer NATO di negara-negara seperti Polandia dan Estonia menimbulkan kekhawatiran akan potensi insiden militer di wilayah tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan “penerbangan rutin untuk memastikan kesiapan tempur dan pelatihan kru” di semua wilayah strategis yang menjadi tanggung jawabnya.
Sumber dan gambar: Kementerian Pertahanan Federasi Rusia. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
