
Rusia telah mengembangkan versi baru helikopter Mi-8 yang dilengkapi sistem perang elektronik untuk mengganggu navigasi drone jarak jauh Ukraina, menurut penilaian para ahli berdasarkan gambar yang baru-baru ini dipublikasikan.
Menurut laporan dari situs pertahanan Ukraina Militarnyi, pesawat tersebut menerima sejumlah panel antena yang dipasang di sisi badan helikopter. Peralatan itu tampaknya mencakup sektor sekitar 180 derajat pada setiap sisi, sehingga membentuk perlindungan yang hampir menyeluruh di sekeliling helikopter.
Para analis meyakini bahwa sistem tersebut tidak dikembangkan untuk mengganggu drone yang dikendalikan melalui radio di dekat garis depan, karena jangkauan operasinya dinilai terbatas untuk jenis misi tersebut.
Sebaliknya, hipotesis utama menyebutkan bahwa perangkat tersebut telah dioptimalkan untuk mengganggu sinyal navigasi satelit yang digunakan oleh drone serang jarak jauh, sehingga drone dapat menyimpang dari rutenya atau gagal mencapai sasaran.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai kemampuan peralatan tersebut maupun informasi tentang kinerja operasionalnya. Penilaian ini sepenuhnya didasarkan pada gambar yang tersedia untuk umum dan analisis para spesialis intelijen sumber terbuka (OSINT).
Apabila mulai dioperasikan, sistem tersebut dapat memperluas kemampuan Rusia dalam melindungi infrastruktur strategis dari operasi drone Ukraina, yang telah mencapai sasaran semakin jauh di dalam wilayah Rusia.
Helikopter Mil Mi-8

Mi-8 adalah helikopter utilitas kelas menengah yang dikembangkan oleh bekas Uni Soviet dan digunakan secara luas oleh Rusia dalam misi militer maupun sipil. Dilengkapi dua mesin dan rotor utama dengan lima bilah, model ini dapat mengangkut pasukan, muatan dan peralatan, serta menjalankan operasi evakuasi, pencarian dan penyelamatan, dukungan logistik, dan pertempuran.
Sejak mulai beroperasi pada dekade 1960-an, Mi-8 telah menjadi salah satu helikopter yang paling banyak diproduksi dan digunakan di dunia.
Menurut laporan dari perusahaan analisis swasta Dallas Analytics, Rusia berencana meningkatkan produksi jenis pesawat ini dan membuat 72 helikopter multiguna Mi-8MTV-1 antara 2026 dan 2027.
Perkiraan tersebut menunjukkan bahwa Pabrik Helikopter Kazan dapat menyerahkan sedikitnya 37 unit pada 2026. Menurut para analis, jumlah itu jauh melampaui estimasi sebelumnya mengenai tingkat produksi Mi-8.
Sumber dan gambar: Militarnyi | Dallas Analytics | Telegram @warhistoryalconafter | Wikimedia. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
