Rusia gunakan drone Shahed dengan kamera untuk menyerang kereta yang sedang bergerak di Ukraina

Rusia gunakan drone Shahed dengan kamera untuk menyerang kereta yang sedang bergerak di Ukraina
Rusia gunakan drone Shahed dengan kamera untuk menyerang kereta yang sedang bergerak di Ukraina (X @clashreport)

Rusia telah meningkatkan kampanye drone-nya terhadap Ukraina dengan menerapkan taktik baru: menggunakan Shahed yang dimodifikasi, dilengkapi dengan kamera dan kemampuan kendali jarak jauh secara real-time untuk menyerang target yang sedang bergerak.

Insiden terbaru terjadi di wilayah Chernihiv, di mana sebuah kereta diserang oleh drone tersebut. Serangan pertama melumpuhkan lokomotif, diikuti oleh serangan tambahan yang menghantam gerbong. Moskow mengklaim bahwa konvoi tersebut membawa kendaraan lapis baja dan bahan bakar, sementara otoritas Ukraina menegaskan bahwa muatannya bersifat sipil — terdiri dari gandum, kayu, dan pasir.

+ Iran ungkap drone tempur jarak jauh Shahed-149 “Gaza” dengan jangkauan 4.000 km

Secara tradisional, Shahed — yang berasal dari Iran dan banyak digunakan oleh Rusia — digunakan untuk menyerang target tetap seperti pembangkit listrik, gudang industri, dan area perkotaan. Penambahan kamera dan modem telah memperluas fungsinya, memungkinkan mereka untuk menyerang konvoi kereta dan kendaraan yang sedang bergerak.

Menurut para ahli, meskipun teknologi ini masih memiliki keterbatasan, hal tersebut merupakan kemajuan yang dapat meningkatkan tekanan terhadap rantai logistik Ukraina.

Pihak berwenang Ukraina menekankan bahwa serangan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk merusak infrastruktur transportasi, yang sangat penting bagi pasokan militer dan kehidupan sipil, karena negara tersebut sangat bergantung pada jaringan kereta api setelah penutupan bandara. Peningkatan penggunaan drone juga menambah risiko bagi operasi pertahanan udara, dengan laporan bahwa Shahed terbang berbahaya dekat dengan helikopter yang dikerahkan untuk menghadapi serangan tersebut.

Meskipun meremehkan kerusakan material, Ukraina mengakui bahwa serangan ini menandakan perubahan fokus strategis Rusia. Dengan mengarahkan drone jarak jauh ke kereta dan konvoi, Moskow berusaha tidak hanya menyebabkan kerugian langsung tetapi juga melemahkan kepercayaan terhadap jalur logistik Ukraina.

Perkembangan ini menunjukkan bagaimana Rusia beradaptasi dengan teknologi Iran untuk menutupi kekurangan keunggulan udaranya, dengan mengeksplorasi cara baru untuk menyerang target bergerak jauh di dalam wilayah musuh.

Sumber: The War Zone / Defence Blog | Foto: X @clashreport | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial

Back to top