
Robinson Helicopter Company dan Skyryse mengumumkan kemitraan strategis untuk mengubah helikopter R66 menjadi platform udara tanpa awak yang ditujukan bagi sektor pertahanan.
Proyek ini mencakup integrasi sistem operasi SkyOS yang dikembangkan oleh Skyryse, sehingga memungkinkan operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian secara otonom, serta misi yang melibatkan kerja sama antara pesawat berawak dan drone, selain peluncuran efek udara.

Tujuan kolaborasi ini adalah menggabungkan kemampuan industri Robinson, yang mengkhususkan diri dalam produksi massal helikopter yang andal, dengan teknologi otomasi milik Skyryse. Perusahaan ingin mempercepat pengiriman pesawat otonom untuk penggunaan militer, dengan menyoroti meningkatnya permintaan akan sistem yang terjangkau, efisien, dan dapat tersedia dalam waktu singkat. R66, yang telah diproduksi dan digunakan secara luas, akan menjadi dasar bagi konfigurasi tanpa awak yang baru ini.
Helikopter ini, yang juga telah digunakan dalam pelatihan militer di Amerika Serikat, menjadi semakin penting dalam proyek ini berkat fleksibilitasnya dan rekam jejak penggunaannya di sektor sipil maupun militer. Skyryse, yang telah menerapkan sistem SkyOS pada berbagai jenis pesawat, memandang R66 sebagai platform ideal untuk memperluas solusi otomasi mereka, yang mencakup kontrol yang lebih sederhana, sistem keselamatan canggih, serta kemampuan penerbangan dengan tingkat bantuan yang tinggi.

Dalam konteks yang lebih luas, inisiatif ini menempatkan R66 sebagai pesaing langsung sistem tanpa awak untuk misi taktis, mendekatkannya dengan pesawat seperti MQ-8 Fire Scout. Skyryse juga telah menguji teknologinya pada helikopter seperti UH-60 Black Hawk dan model sipil maupun militer lainnya, memperkuat strateginya untuk memperluas SkyOS ke berbagai platform udara sekaligus memperkokoh posisinya di pasar penerbangan otonom.
+ GMC Sierra 1500 2027 hadir untuk menantang Ford F-150 dan Ram dengan mesin V8 yang diperbarui
Sumber: The Aviationist | Foto: X @Robinson_Heli | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
