“Pesawat Kiamat” Lakukan Penerbangan Tidak Biasa di AS di Tengah Ketegangan antara Iran dan Israel

"Pesawat Kiamat" lakukan penerbangan tidak biasa di AS di tengah ketegangan antara Iran dan Israel
“Pesawat Kiamat” lakukan penerbangan tidak biasa di AS di tengah ketegangan antara Iran dan Israel (US Air Force)

Boeing E-4B “Nightwatch”, yang dikenal sebagai “pesawat kiamat”, melakukan penerbangan yang tidak biasa di Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.

+ Video: Rusia mensimulasikan penghancuran armada musuh dalam latihan militer di Laut Baltik

Pesawat tersebut, yang berfungsi sebagai pusat komando militer udara dalam situasi darurat ekstrem, lepas landas dari Pangkalan Udara Barksdale di Louisiana dan mendarat di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland setelah terbang selama empat jam. Penerbangan ini menarik perhatian karena menggunakan pengenal baru, “ORDER01”, yang memicu spekulasi tentang kemungkinan persiapan AS untuk konflik berskala besar.

Dirancang untuk bertahan dari serangan nuklir dan dapat tetap beroperasi selama beberapa hari tanpa mendarat, E-4B mampu mengangkut Presiden AS dan mengoordinasikan tindakan militer dalam situasi darurat nasional. Armada yang terdiri dari empat unit ini tetap dalam siaga penuh sejak Perang Dingin dan diaktifkan dalam situasi krisis besar, seperti pada peristiwa 11 September. Pesawat ini dilengkapi teknologi komunikasi canggih, perlindungan terhadap ledakan nuklir, dan sistem koordinasi dengan otoritas sipil.

Pergerakan ini bertepatan dengan keluarnya Donald Trump lebih awal dari KTT G7 di Kanada, dengan alasan adanya urusan mendesak. Menurut Gedung Putih, eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi alasan utama keputusan tersebut. Keesokan harinya, presiden dikabarkan bertemu dengan penasihat keamanan nasional dan menyetujui rencana serangan terhadap Iran, meskipun ia menyatakan akan menunggu tanggapan Iran terkait program nuklirnya sebelum mengambil tindakan.

Sumber: Unilad | Foto: US Air Force | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial

Back to top