
Sebuah jet eksekutif BAe-125-700A dengan nomor registrasi N10TN ditemukan dalam kondisi hancur pada 3 Juli di daerah terpencil di Departemen Gracias a Dios, bagian timur Honduras, dekat perbatasan Nikaragua.
Pesawat tersebut ditemukan oleh otoritas setempat dan memunculkan dugaan keterlibatan dalam aktivitas penyelundupan narkoba.
Menurut penyelidikan awal, pesawat lepas landas dari Republik Dominika menuju Venezuela pada malam 29 Juni. Awak pesawat sebelumnya mengajukan rencana penerbangan ke Granada, tetapi kemudian menyimpang dari rute, mematikan transponder selama penerbangan, dan mendarat diam-diam di wilayah Venezuela. Keesokan harinya, 30 Juni, pesawat tersebut terdeteksi radar saat melintasi wilayah udara Nikaragua sebelum akhirnya hilang dari pemantauan.
+ Video: Bola Api Menerangi Langit Swedia dan Ledakan Terdengar di Kepulauan Åland
+ Angkatan Darat Swedia Pesan 1.000 Sepeda Motor Yamaha XT 250

Saat dilakukan pemeriksaan bangkai pesawat oleh Angkatan Udara Nikaragua, tidak ditemukan penumpang maupun muatan ilegal di dalamnya. Namun, informasi lain menyebutkan bahwa pesawat tersebut kemungkinan membawa sekitar 400 kg kokain. Investigasi juga menemukan bahwa nomor registrasi pesawat sengaja dicat untuk mengaburkan identitasnya.
Di dalam kabin, tim forensik menemukan sebuah iPad dan tabung oksigen, yang kini menjadi bagian dari barang bukti yang diperiksa. Pesawat ini terdaftar di FAA (Otoritas Penerbangan Federal AS) atas nama perusahaan Pacific Rim Management LLC, yang berbasis di Amerika Serikat dan didirikan pada tahun 2022.

Pihak berwenang dari Honduras, Nikaragua, dan negara-negara lain di kawasan ini sedang bekerja sama untuk menyelidiki penyebab insiden tersebut dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab. Kasus ini diduga terkait dengan jalur peredaran narkoba melalui udara di tingkat internasional.
Sumber dan gambar: X @fl360aero | Telegram @AviaCT | flightradar24 | laprensa. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
