
Dua jet tempur F-35 Angkatan Udara Belanda dikerahkan pada Minggu pagi, 7 Desember, untuk mengidentifikasi sebuah objek tak dikenal yang terbang di wilayah ruang udara yang berada di bawah tanggung jawab Belanda.
Pengerahan dilakukan melalui operasi Quick Reaction Alert (QRA), yang dikoordinasikan oleh Air Operations Control Station (AOCS) di Nieuw Milligen.
+ Rusia mengonfirmasi jatuhnya An-22 dan kemungkinan tewasnya tujuh awak
Objek tersebut terdeteksi pada ketinggian yang mewajibkan identifikasi serta komunikasi dengan pengendali lalu lintas udara. Namun, tidak ada sinyal transponder maupun kontak radio, sehingga Kementerian Pertahanan memerintahkan F-35 untuk segera lepas landas. Setelah dilakukan intersepsi, dikonfirmasi bahwa objek tersebut adalah sebuah drone.
Pesawat nirawak itu meninggalkan ruang udara Belanda tanpa menimbulkan ancaman langsung dan tanpa mengganggu lalu lintas udara sipil. Setelah situasi terkendali, jet tempur tersebut kembali ke Pangkalan Udara Volkel.
QRA diaktifkan pada pukul 10.20, ketika objek tersebut muncul di radar pertahanan udara. Aktivasi seperti ini tidak sering terjadi, namun insiden tersebut menegaskan pentingnya kemampuan respons cepat. F-35 tetap siaga 24 jam sehari, siap lepas landas dalam hitungan menit untuk mencegat setiap pesawat atau objek tak dikenal.
Misi siaga cepat ini dijalankan secara bergantian oleh Belanda dan Belgia, yang berbagi tugas dalam melindungi ruang udara Benelux. Sejak November, tanggung jawab tersebut kembali berada di tangan Belanda.
Operasi dikoordinasikan oleh para pengendali pertahanan udara di AOCS Nieuw Milligen, yang menjamin keamanan ruang udara dan bekerja langsung dengan Combined Air Operation Centre (CAOC) di Uedem, markas besar NATO yang bertanggung jawab atas pengawasan udara di Eropa timur laut.
Sumber dan gambar: defensie.nl. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
