Perancis Akan Mengirim Jet Tempur Mirage 2000-5F dan Rudal Aster Baru ke Ukraina dalam Beberapa Hari Mendatang

Jet tempur Prancis Mirage 2000-5F. Foto: Wikimedia
Jet tempur Prancis Mirage 2000-5F. Foto: Wikimedia

Emmanuel Macron mengumumkan transfer pesawat tempur baru dan rudal pertahanan udara sebagai bagian dari penguatan militer untuk Ukraina.

Perancis akan mengirim tambahan jet tempur Mirage 2000-5F dan rudal Aster ke Ukraina dalam beberapa hari mendatang, serta meluncurkan program pelatihan baru untuk memperkuat angkatan bersenjata Ukraina.

Informasi ini dilaporkan oleh surat kabar Le Monde, berdasarkan pidato Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pertemuan “koalisi negara-negara yang bersedia”, sebuah kelompok negara yang memberikan dukungan militer kepada Ukraina.

“Kami akan menyerahkan tambahan rudal Aster, program pelatihan baru, dan pesawat Mirage baru dalam beberapa hari mendatang. Sangat penting untuk melanjutkan upaya kami mendukung Ukraina dan meningkatkan tekanan terhadap Rusia,” kata Macron.

Rudal Aster
Rudal Aster. Instagram @military_war_history

Mirage 2000-5F pertama tiba di Ukraina pada Februari 2025, menandai tahap baru modernisasi Angkatan Udara Ukraina. Pada 7 Maret, salah satu pesawat tersebut melakukan misi tempur pertamanya dan menembak jatuh rudal jelajah Kh-101 selama serangan gabungan Rusia dengan rudal dan drone.

Hingga saat ini, tiga jet tempur Mirage 2000 telah resmi diserahkan oleh Prancis. Namun, salah satunya hilang pada akhir Juli 2025 akibat kerusakan teknis, menurut Le Monde. Pilot berhasil melontarkan diri dengan aman dan diselamatkan oleh tim pencarian dan penyelamatan.

Meskipun Paris belum mengungkap jumlah total pesawat yang akan dikirim, perkiraan menunjukkan Ukraina kemungkinan akan menerima antara 12 hingga 20 unit model Mirage 2000-5F dalam waktu dekat.

Pesawat ini, terkenal karena kelincahannya dan radar multifungsi RDY, memberikan penguatan signifikan bagi kemampuan pertahanan udara dan intersepsi Ukraina, terutama mengingat meningkatnya serangan Rusia.

Sumber dan gambar: Militarnyi | Wikimedia | Instagram @military_war_history. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top