
Northrop Grumman menginvestasikan US$ 2,5 miliar dari dananya sendiri untuk mempercepat produksi pesawat pembom siluman B-21 Raider, sebagaimana diumumkan oleh Kathy Warden, CEO perusahaan tersebut.
Menurut Breaking Defense, US$ 200 juta dari jumlah total itu akan dialokasikan untuk tujuan tersebut mulai tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan dengan Angkatan Udara AS yang bertujuan meningkatkan laju produksi pesawat sebesar 25%.
Sebagian besar dari investasi US$ 2,5 miliar tersebut akan diarahkan untuk perluasan dan modernisasi fasilitas produksi perusahaan. Mayoritas pendanaan direncanakan untuk periode 2027 hingga 2029.
Investasi ini akan membantu meningkatkan keekonomian jangka panjang program tersebut, menciptakan potensi untuk memperluas pesanan keseluruhan, dan memungkinkan penerapan solusi teknologi yang lebih cepat guna meningkatkan produksi serial pesawat.
Angkatan Udara juga berencana mengamankan pendanaan tambahan sebesar US$ 4,5 miliar untuk mendukung percepatan ritme pekerjaan. Saat ini, Angkatan Udara sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan volume pembelian dari 100 menjadi 145 pesawat pembom.
Setiap unit B-21 menelan biaya sekitar US$ 700 juta. Meskipun para pihak tidak mengungkapkan harga pasti per pesawat, Warden menekankan adanya persyaratan ekonomi yang lebih menguntungkan bagi pemerintah maupun produsen.
+ Marinir AS menguji platform artileri otonom
Foto: U.S. Air Force. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
