
NATO telah mengakhiri latihan Dynamic Mongoose 2026 setelah dua minggu operasi di Laut Norwegia yang berfokus pada peningkatan kemampuan peperangan anti-kapal selam.
Kegiatan ini melibatkan pasukan dari sembilan negara dan mencakup partisipasi kapal selam, kapal perang, helikopter, pesawat patroli maritim, serta sistem otonom, memperkuat kemampuan respons aliansi di kawasan Utara Jauh.

Selama latihan, kapal selam secara bergantian berperan sebagai pemburu dan target, mensimulasikan skenario peperangan bawah laut yang realistis. Awak kapal berlatih teknik deteksi, pelacakan, dan penetralan ancaman, sementara unsur udara dan laut bekerja secara terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas operasi multinasional.
Kelompok Maritim Tetap NATO 1 (SNMG1), yang telah ditempatkan di kawasan tersebut, juga ikut serta dalam kegiatan ini. Menurut Komodor Maryla Ingham, latihan ini memungkinkan validasi integrasi teknologi canggih dan penyempurnaan prosedur operasional dalam skenario yang semakin kompleks dengan keterlibatan kapal selam nyata.

Aliansi juga menyoroti pentingnya strategis Laut Norwegia bagi keamanan kolektif negara-negara anggotanya. Selain misi anti-kapal selam, pasukan peserta melaksanakan manuver angkatan laut tingkat lanjut, latihan perlindungan pasukan, dan operasi pengisian ulang logistik di laut. Dynamic Mongoose 2026 merupakan bagian dari inisiatif Arctic Sentry, sebuah program yang bertujuan memperkuat kehadiran militer NATO di Arktik dan kawasan Utara Jauh.
#DynamicMongoose26 has concluded in the Norwegian Sea 🌊⚓✈️
Watch COM #SNMG1, Commodore Maryla Ingham, explain how 9 Allied and Partner nations trained above and below the surface to sharpen anti-submarine warfare skills, reinforcing readiness in the High North as part of… pic.twitter.com/sqNvD7q0Wz— NATO Maritime Command (@NATO_MARCOM) May 29, 2026
+ Drone Ukraina Hancurkan Kendaraan Improvisasi Rusia Saat Ofensif di Kharkiv
Sumber: UK Defence Blog | Foto: X @NATO_MARCOM | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial
