
Badan Dukungan dan Pengadaan NATO (NSPA) telah memesan dua pesawat Airbus A330 MRTT baru untuk memperkuat Armada Multinasional Pesawat Tanker (MMF), sehingga total unit kini menjadi 12.
Menurut pernyataan yang dipublikasikan di situs resmi Airbus, pengiriman dijadwalkan pada tahun 2028 dan 2029. Perluasan armada ini merupakan hasil langsung dari bergabungnya Swedia dan Finlandia ke NATO dan program MMF — sebuah langkah yang memperkuat otonomi strategis Eropa dan kemampuan pertahanan kolektif Aliansi.
Video: lihat transformasi A330 MRTT pertama untuk Spanyol!
Selain pangkalan operasional yang sudah ada di Eindhoven (Belanda) dan Cologne (Jerman), direncanakan juga pembangunan pangkalan maju ketiga di Denmark. Pusat baru ini akan meningkatkan mobilitas udara di negara-negara Nordik, meningkatkan kesiapan evakuasi medis, dan mengoptimalkan kemampuan pengisian bahan bakar udara di wilayah tersebut. Inisiatif ini memperluas fleksibilitas strategis operasi NATO di Eropa Utara.
+ Video: Taiwan lakukan pengisian bahan bakar “panas” untuk jet tempur F-16 dalam latihan Han Guang-41
Airbus A330 MRTT adalah platform multifungsi yang menggabungkan pengisian bahan bakar di udara, transportasi strategis pasukan dan kargo, serta kemampuan evakuasi medis (MEDEVAC). Dengan kapasitas bahan bakar hingga 111 ton, pesawat ini ideal untuk misi jarak jauh dan dukungan taktis di seluruh Eropa dan sekitarnya.
Berkat badan pesawat yang lebar, A330 MRTT dapat mengangkut hingga 300 tentara atau 45 ton kargo. Model ini juga dapat dikonfigurasi dengan peralatan medis lengkap, termasuk tandu dan unit perawatan intensif.
Hingga tahun 2025, Airbus telah memproduksi lebih dari 60 pesawat jenis ini, dengan total pesanan lebih dari 70 unit — dioperasikan oleh 11 negara dan satu aliansi multinasional NATO. Permintaan yang terus meningkat menyoroti pentingnya strategis A330 MRTT sebagai solusi yang fleksibel dan andal untuk misi-misi Aliansi Atlantik.
Sumber dan gambar: X @AirbusDefence | Airbus. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
