
Estonia menerima sekitar 1.500 tentara Inggris untuk Latihan Spring Storm 2026, salah satu kegiatan militer terbesar yang digelar setiap tahun di negara Baltik tersebut.
Latihan berlangsung kurang dari 25 kilometer dari perbatasan Rusia dan melibatkan pasukan NATO serta negara-negara mitra, memperkuat kerja sama militer di kawasan tersebut.
Di antara peralatan yang digunakan terdapat tank Challenger 2 milik Angkatan Darat Inggris, yang dibawa ke area operasi menggunakan kendaraan khusus. Kelompok tempur utama yang terlibat dibentuk oleh Batalion ke-2, The Royal Regiment of Scotland, yang mensimulasikan operasi pertahanan dalam menghadapi invasi hipotetis dari negara tetangga yang bermusuhan.
Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, latihan tersebut bertujuan untuk menunjukkan kemampuan Forward Land Force NATO, sebuah struktur yang dibentuk untuk mempertahankan penempatan pasukan multinasional di sisi utara dan timur aliansi. Latihan ini juga memungkinkan evaluasi mobilitas kendaraan lapis baja, koordinasi antarunit internasional, serta pendirian pusat komando dalam lingkungan operasional.

Kehadiran Inggris di Estonia merupakan bagian dari Operasi Cabrit, yang dimulai pada 2017 sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut setelah aneksasi Krimea. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, NATO telah memperluas rencana penguatannya untuk Eropa Timur, dan latihan seperti Spring Storm dianggap penting untuk memastikan bahwa pasukan tambahan dapat dikerahkan dengan cepat jika terjadi krisis.
Ready on the eastern flank 🛡️ 2 SCOTS joined @NATO allies on Ex SPRING STORM, testing how allied forces defend together in realistic battlefield conditions. Train hard. Stand ready. 💥 We are #StrongerTogether pic.twitter.com/AwGPnWbpHk
— Defence Operations 🇬🇧 (@DefenceOps) June 2, 2026
Sumber: UK Defence Journal | Foto: X @DefenceOps | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
