
Korps Marinir Amerika Serikat berencana memperkenalkan, hingga 2029, drone tempur kolaboratif pertamanya MQ-58 Valkyrie dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara konvensional.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengintegrasikan pesawat tak berawak tersebut dengan jet tempur F-35, sehingga menciptakan dasar bagi kemampuan udara canggih di masa depan, termasuk sistem generasi berikutnya.
Proyek ini masuk dalam program MUX TACAIR, yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan daya mematikan operasi di skenario ancaman tinggi. Awalnya, pengujian difokuskan pada versi drone dengan lepas landas berbantuan roket, tetapi tahap berikutnya diperkirakan mencakup penerbangan dengan konfigurasi konvensional masih tahun ini. Targetnya adalah menyerahkan prototipe operasional kepada skuadron uji VMX-1, sehingga memungkinkan pengembangan taktik penggunaan nyata.
Selain MQ-58, Korps Marinir juga mengevaluasi solusi lain dari berbagai perusahaan di sektor tersebut, dengan mengeksplorasi alternatif yang mencakup pesawat yang mampu beroperasi di landasan pendek atau bahkan tanpa memerlukan landasan tradisional. Fleksibilitas ini dipandang penting untuk memperluas jangkauan dan adaptabilitas operasi, terutama di lingkungan ekspedisioner.
Meskipun fokus awalnya adalah misi peperangan elektronik, program ini juga mempelajari integrasi berbagai persenjataan dan sensor, termasuk rudal dan bom berpemandu presisi. Masih dalam tahap pembuatan prototipe, proyek ini belum memiliki model akuisisi definitif, tetapi jadwal yang telah ditetapkan menunjukkan percepatan dalam pengembangan dan adopsi drone tempur kolaboratif oleh Korps Marinir.
Kratos is honored to connect with the @USMC, @DeptofWar personnel and industry partners at @ModernDayMarine. Learn how Kratos is demonstrating cutting-edge unmanned systems that increase situational awareness without increasing risk to personnel. Come see our Valkyrie at Booth… pic.twitter.com/cLoo8LCi1B
— Kratos (@KratosDefense) April 28, 2026
Sumber: The War Zone | Foto: X @KratosDefense | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
