
Gambar yang dirilis media Tiongkok memperlihatkan empat kapal perusak rudal terpandu Tipe 055 — Nanchang (lambung 101), Lhasa (102), Anshan (103), dan Wuxi (104) — beroperasi dalam formasi selama latihan maritim pertama tahun 2026 Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat di Laut Kuning.
Menurut informasi resmi, pada awal tahun baru kapal-kapal tersebut melepaskan tambatan dan bergerak menuju area yang telah ditentukan di Laut Kuning, di mana mereka melaksanakan serangkaian kegiatan dengan penekanan pada skenario yang mendekati pertempuran nyata.
+ Klik di sini untuk menonton video
Kegiatan yang dilakukan mencakup tembakan nyata meriam kapal terhadap sasaran laut, keterlibatan simulasi di darat, penggunaan amunisi dan bom pengacau dengan tembakan langsung, serta latihan manuver dan komando dalam situasi operasional yang kompleks.
+ Video: ASELSAN memperkenalkan KORKUT 8×8 dengan meriam 35 mm dan amunisi ATOM

Kehadiran bersama keempat kapal tersebut menyoroti kemampuan armada permukaan Tiongkok yang kian meningkat untuk melaksanakan operasi terintegrasi berintensitas tinggi, dengan mengombinasikan sensor canggih, pertahanan udara jarak jauh, dan daya serang.
Kapal perusak Tipe 055 dipandang oleh analis internasional sebagai platform “kelas penjelajah” karena ukuran, muatan persenjataan, dan jangkauan sistemnya.

Seiring dengan latihan tersebut, media Tiongkok kembali menegaskan bahwa Tipe 055 (kelas Renhai) disebut memiliki kemampuan untuk menetralkan sasaran laut bernilai tinggi, termasuk kapal induk Amerika Serikat, melalui penggunaan rudal antikapal hipersonik YJ-21.
Para pakar mencatat bahwa pernyataan semacam ini merupakan bagian dari strategi pesan dan penangkalan yang bertujuan memengaruhi penilaian risiko oleh angkatan laut Amerika Serikat dan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik, seperti Australia.
Tidak ada laporan mengenai keterlibatan nyata melawan kekuatan lawan. Namun, pesan strategis telah disampaikan — dan didengar.

Sumber dan gambar: China Military Online. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
