Kuwait investasikan US$ 1 miliar untuk sistem NASAMS guna memperkuat pertahanan udara

Sistem NASAMS. Foto: Raytheon / RTX
Sistem NASAMS. Foto: Raytheon / RTX

Kuwait melanjutkan modernisasi pertahanan udaranya dengan mengonfirmasi pembelian sistem NASAMS dalam kontrak senilai sekitar US$ 1 miliar dengan Raytheon.

Kesepakatan tersebut, yang dilakukan melalui program Penjualan Militer Asing Amerika Serikat, mencakup pengiriman unit sistem hingga 2031 dan menegaskan meningkatnya kekhawatiran negara-negara Teluk terhadap naiknya ketegangan regional.

Dikembangkan melalui kerja sama antara Raytheon dan perusahaan Norwegia Kongsberg, NASAMS dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan udara paling efisien saat ini. Platform ini mampu mencegat pesawat, drone, dan rudal jelajah dengan menggunakan berbagai jenis pencegat, termasuk rudal AMRAAM dan Sidewinder yang diadaptasi untuk peluncuran dari darat. Menurut pabrikan, sistem ini telah mencapai tingkat intersepsi 94% dalam operasi tempur nyata.

Sistem NASAMS. Foto: Raytheon / RTX
Sistem NASAMS. Foto: Raytheon / RTX

Akuisisi ini merupakan bagian dari rencana yang lebih besar yang telah disetujui Amerika Serikat pada 2022, ketika Washington mengizinkan kemungkinan penjualan hingga US$ 3 miliar dalam peralatan terkait NASAMS untuk Kuwait. Negara tersebut berupaya memperluas perlindungan udaranya di tengah meningkatnya ancaman di Teluk Persia, terutama setelah intensifikasi konflik regional dan meningkatnya penggunaan drone murah serta rudal jelajah dalam konfrontasi di Timur Tengah.

Sistem NASAMS. Foto: Raytheon / RTX
Sistem NASAMS. Foto: Raytheon / RTX

Selain memperkuat pertahanan Kuwait, kontrak ini juga menunjukkan peningkatan permintaan global terhadap sistem antipesawat modern. Untuk mempercepat produksi, Raytheon menyatakan bahwa perusahaan telah memperluas pembelian komponen dalam skala besar dan meningkatkan kapasitas industrinya. NASAMS diperkirakan akan beroperasi bersama baterai Patriot yang sudah digunakan Kuwait, menciptakan struktur pertahanan berlapis yang lebih siap menghadapi ancaman udara modern.

Sumber: Defence Blog | Foto: Raytheon / RTX | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial

Back to top