
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, secara resmi memperkenalkan peluncur roket ganda baru berkaliber 600 milimeter yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
Pengungkapan tersebut berlangsung dalam sebuah upacara yang dihadiri langsung oleh pemimpin tersebut. Ia menyebut sistem itu sebagai “unik di dunia” dan cocok untuk menjalankan “misi strategis”, istilah yang sering dikaitkan dengan penggunaan nuklir.

Menurut kantor berita pemerintah KCNA, Kim menyatakan bahwa persenjataan tersebut dimaksudkan sebagai instrumen penangkal terhadap musuh yang tidak disebutkan secara spesifik. Dengan nada tegas, ia menyatakan bahwa jika sistem itu digunakan, “tidak ada kekuatan yang dapat mengharapkan perlindungan Tuhan,” menegaskan karakter simbolis dan strategis dari peralatan baru tersebut dalam retorika resmi Pyongyang.
Presentasi ini terjadi di tengah peningkatan uji coba rudal yang dilakukan oleh rezim dalam beberapa tahun terakhir. Analis Korea Selatan menilai bahwa roket yang baru diproduksi kemungkinan besar ditujukan terutama kepada Korea Selatan, yang dianggap sebagai lawan utama Korea Utara. Bulan lalu, Pyongyang mengklaim telah menembak jatuh drone pengintai Korea Selatan, sebuah insiden yang meningkatkan ketegangan bilateral.

Insiden tersebut juga memberi tekanan pada upaya Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara.
Sementara itu, Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara, menyatakan bahwa ia menghargai janji Seoul untuk menghindari pelanggaran lebih lanjut. Para ahli menilai bahwa pengembangan program militer ini bertujuan untuk memperluas kemampuan serangan presisi, menantang Amerika Serikat dan Korea Selatan, serta menguji persenjataan dengan potensi ekspor, kemungkinan ke Rusia.
+ Moskow Andalkan Mi-38PS untuk Operasi pada Suhu hingga -52°C
Sumber dan gambar: KCNA | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim redaksi
