
Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi pada Kamis pagi bahwa kapal mata-mata Rusia Yantar telah mencapai batas perairan Inggris, di utara Skotlandia, setelah perlahan mendekati wilayah maritim negara tersebut dalam beberapa minggu terakhir.
Kapal ini dikenal melakukan pengumpulan intelijen dan pemetaan kabel bawah laut dengan menggunakan sensor yang ditarik untuk memonitor infrastruktur penting di dasar laut.
Menurut Menteri Pertahanan John Healey, pergerakan Yantar memicu respons cepat dari Angkatan Bersenjata Inggris.
+ Video: PNS Khaibar melakukan tembakan presisi dengan sistem ADVENT
Royal Navy mengerahkan fregat HMS Somerset, sementara Royal Air Force menurunkan pesawat patroli maritim P-8 Poseidon untuk mengikuti setiap pergerakan kapal Rusia tersebut. Selama operasi, Yantar dilaporkan mengarahkan laser berintensitas rendah ke pilot Inggris, sebuah tindakan yang ditafsirkan sebagai upaya intimidasi.
Ini adalah kedua kalinya sepanjang 2025 kapal mata-mata Rusia beroperasi dekat wilayah Inggris, menambah kekhawatiran mengenai meningkatnya kehadiran angkatan laut Rusia serta kemampuannya untuk memantau — atau bahkan mengancam — Infrastruktur Bawah Laut Kritis Inggris, termasuk kabel komunikasi dan energi.
Dalam pernyataan tegas yang ditujukan kepada Moskow, Kementerian Pertahanan mengatakan:
“Kami melihat kalian. Kami tahu apa yang kalian lakukan. Dan jika Yantar bergerak ke selatan minggu ini, pasukan kami siap bertindak.”
Ketegangan ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan maritim Eropa terhadap aktivitas Rusia di jalur strategis dan kawasan sensitif di Atlantik Utara.
Pihak berwenang Inggris memastikan bahwa mereka akan terus memantau situasi dengan ketat untuk mencegah risiko apa pun terhadap keamanan nasional.
Sumber dan gambar: Kementerian Pertahanan Inggris. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
