
Perusahaan Amerika Serikat Joby Aviation dan L3Harris Technologies mengumumkan kemitraan strategis baru untuk mengembangkan pesawat eVTOL hibrida-listrik yang difokuskan untuk aplikasi militer.
Proyek ini bertujuan untuk mengadaptasi model Joby S4, yang awalnya sepenuhnya listrik, agar dapat beroperasi dengan sistem propulsi baru berbasis turbin gas, menciptakan konsep pesawat lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) yang dapat dikemudikan secara opsional.
Menurut pernyataan resmi, tujuannya adalah untuk mengevaluasi kemampuan militer dari pesawat ini dalam misi ketinggian rendah, dengan penekanan pada fleksibilitas operasional. Pesawat ini akan dirancang untuk dapat dioperasikan baik secara berawak maupun otonom, memperluas aplikasinya dalam berbagai skenario misi.

Jadwal yang direncanakan menunjukkan bahwa penerbangan eksperimental untuk eVTOL hibrida baru ini akan dimulai pada akhir 2025, dengan demonstrasi operasional dijadwalkan pada 2026.
Meskipun fokus utamanya di sektor sipil, Joby memiliki riwayat kerja sama dengan Angkatan Udara Amerika Serikat, dengan menyediakan prototipe pesawat listrik dalam program Agility Prime yang kini sudah dihentikan. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah menerima lebih dari 130 juta dolar dari Angkatan Udara untuk mendukung pengembangan teknologi lepas landas vertikalnya.
Namun, dengan disadari bahwa pesawat listrik murni berbasis baterai memiliki jangkauan terbatas—terutama untuk operasi militer di kawasan Indo-Pasifik—Angkatan Udara AS mengalihkan fokusnya pada tahun 2024 ke solusi propulsi hibrida-listrik yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktis dan operasional saat ini.
Kemitraan baru antara Joby dan L3Harris bertujuan untuk mengisi kesenjangan ini dengan menggabungkan keahlian Joby dalam mobilitas udara canggih dengan kapabilitas integrasi dan pertahanan dari L3Harris.
Sumber dan gambar: Joby Aviation. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
