
Jepang meluncurkan dua rudal anti-kapal Type 88 ke arah kapal yang sudah tidak digunakan lagi pada Rabu lalu (6), selama latihan Balikatan 2026 di Filipina.
Peluncuran rudal dilakukan dari bukit pasir di Culili Point, di selatan kota Laoag, di wilayah barat laut Luzon, menurut laporan dari situs Naval News. Sebuah kendaraan peluncur 6×6 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) menembakkan sepasang rudal ke arah kapal nonaktif yang berada sejauh 75 km di Laut China Selatan.
Targetnya adalah BRP Quezon (PS-70), kapal bekas Angkatan Laut Filipina yang sebelumnya merupakan kapal penyapu ranjau kelas Auk milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal tersebut berhasil terkena serangan enam menit setelah peluncuran dan akhirnya tenggelam akibat hantaman dua rudal Jepang, menurut pihak berwenang.

Latihan ini menjadi salah satu acara penutup dari latihan Balikatan, serangkaian latihan perang multinasional tahunan yang diselenggarakan di Filipina. Latihan tahun ini berlangsung dari 20 April hingga 8 Mei dan melibatkan sekitar 17.000 tentara dari tujuh negara.
Ini merupakan pertama kalinya pasukan tempur Jepang berpartisipasi secara aktif dalam latihan Balikatan, yang sebelumnya hanya melibatkan Australia, Filipina, dan Amerika Serikat. Negara lain yang juga pertama kali ikut dalam latihan tahun 2026 adalah Kanada, Prancis, dan Selandia Baru.
Type 88, yang diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI), adalah sistem rudal anti-kapal yang tergolong cukup tua karena telah digunakan selama lebih dari 35 tahun. Sistem ini secara bertahap akan digantikan oleh Type 12 yang lebih modern dan lebih canggih, yang juga merupakan produk MHI.
“Kami melihat bagaimana sistem ini bekerja, dan ini adalah sesuatu yang bisa kami kerja samakan di masa depan. Dari perencanaan hingga pelatihan dan pengelolaan sumber daya, semuanya hanya akan menjadi lebih lancar dan lebih baik,” kata Gilberto Teodoro Jr., Menteri Pertahanan Filipina yang menyaksikan latihan tembak langsung tersebut pada 6 Mei.
+ Amerika Serikat Kirim Jet Tempur F-22 Raptor ke Jepang untuk Memperkuat Kehadiran Militer di Pasifik
Foto: Philippine Department of Defense. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
