Jeep mengungkap rencana meluncurkan tiga SUV baru untuk Eropa hingga 2030

Jeep mengungkap rencana meluncurkan tiga SUV baru untuk Eropa hingga 2030
Jeep mengungkap rencana meluncurkan tiga SUV baru untuk Eropa hingga 2030 (Foto: Jeep)

Jeep mengungkapkan rincian baru mengenai strateginya untuk Eropa dan mengonfirmasi bahwa perusahaan akan meluncurkan tiga model baru hingga tahun 2030. Informasi tersebut disampaikan dalam pertemuan daring bersama para eksekutif merek dan akan memperluas jajaran kendaraan Jeep di Eropa menjadi enam model.

Saat ini, Jeep hanya memasarkan Avenger dan Compass di Eropa. Anggota ketiga dalam jajaran tersebut adalah Recon, SUV listrik yang berfokus pada kemampuan off-road dan dijadwalkan meluncur pada awal 2027. Model ini akan menggantikan Wrangler, yang dipastikan akan keluar dari pasar Eropa pada akhir 2026 karena persyaratan keselamatan dan emisi yang semakin ketat.

Menurut pabrikan, desain khas Wrangler membuatnya sulit disesuaikan dengan regulasi saat ini, meskipun perusahaan masih mempelajari berbagai kemungkinan untuk menghadirkannya kembali di masa mendatang.

Setelah peluncuran Recon, Jeep akan memperkenalkan dua SUV baru di segmen B yang diposisikan berdampingan dengan Avenger. Secara internal, kedua model tersebut diberi nama B-SUV Compact dan B-SUV Large.

Keduanya diperkirakan memiliki panjang sekitar 4,2 meter, sedikit lebih besar daripada Avenger, dan akan menggunakan platform STLA terbaru yang kompatibel dengan mesin pembakaran internal, sistem hibrida, dan versi listrik sepenuhnya.

Jeep mengungkap rencana meluncurkan tiga SUV baru untuk Eropa hingga 2030
(Foto: Jeep)

Pabrikan masih belum mengungkap nama SUV baru tersebut, tetapi salah satu kemungkinan adalah kembalinya Renegade, yang dihentikan produksinya pada akhir 2025. Meskipun berada di segmen pasar yang sama, Jeep menegaskan bahwa kedua model akan menawarkan konsep dan gaya yang berbeda.

Peluncuran ketiga adalah SUV ukuran menengah (segmen D), yang dikembangkan di atas platform hasil kerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, Dongfeng. Namun, Jeep menegaskan bahwa kendaraan ini akan memiliki desain dan rekayasa khas merek tersebut, bukan sekadar versi berganti nama dari model lain. Produksinya akan dilakukan di Tiongkok dengan fokus pada pasar domestik maupun ekspor.

Perusahaan juga menyatakan bahwa semua model baru akan mempertahankan karakteristik khas Jeep, termasuk pilihan sistem penggerak empat roda, identitas desain, dan kemampuan off-road.

Lokasi produksi dua SUV kompak tersebut masih belum dikonfirmasi, meskipun merek ini menyatakan terus mengikuti pembahasan mengenai kebijakan industri yang mendorong produksi kendaraan di Eropa.

+ Jerman menerima helikopter H145M pertama untuk pasukan khusus dalam versi terbaru

Foto: Jeep. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.

Back to top