
Produsen asal Israel, Aero-Sentinel, mengumumkan bahwa drone G3 miliknya baru-baru ini menyelesaikan serangkaian pelatihan operasional bersama organisasi keamanan yang identitasnya tidak diungkapkan.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua minggu dan menarik perhatian karena gambar yang dirilis menunjukkan peralatan yang dipasang pada pesawat tanpa awak itu telah disamarkan secara digital demi alasan keamanan.
Perusahaan yang mengkhususkan diri pada sistem nirawak untuk intelijen dan pengawasan ini membangun reputasinya melalui drone dengan jejak akustik yang rendah, yang mampu beroperasi secara diam-diam di lingkungan sensitif. Model G3 merupakan evolusi paling canggih dari lini produk perusahaan, menawarkan jangkauan yang lebih luas, daya tahan terbang yang lebih lama, serta kemampuan membawa sensor dan peralatan khusus yang lebih besar.

Dengan kapasitas muatan hingga 3 kg, drone ini dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi, termasuk pengintaian, pengumpulan sinyal elektronik, pemantauan komunikasi, dan operasi peperangan elektronik. Modularitas platform memungkinkan sistem yang dibawa dapat disesuaikan dengan cepat sesuai kebutuhan setiap operasi.
Pengumuman ini menjadi semakin relevan di tengah ketegangan antara Israel dan Iran, terutama setelah fasilitas Aero-Sentinel terkena serangan rudal Iran pada April tahun ini. Meskipun perusahaan tidak mengungkapkan siapa yang terlibat dalam pelatihan tersebut, penyamaran peralatan pada gambar yang dipublikasikan menunjukkan penggunaan teknologi yang dianggap sensitif, sehingga menegaskan sifat strategis dari misi yang dijalankan oleh G3.

+ Fregat F125 Angkatan Laut Jerman akan menerima 32 sel rudal IRIS-T SLM
Sumber: Defence Blog | Foto: LinkedIn – Aero Sentinel | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
