
Kanal-kanal Telegram Rusia melaporkan pada Kamis bahwa sebuah drone Ukraina diduga menghantam pesawat angkut militer An-26 di aerodrom Kacha, di wilayah Krimea yang diduduki. Informasi tersebut awalnya dipublikasikan oleh kanal Rusia “na_predel”.
Menurut laporan, terdapat korban tewas dan terluka di lokasi kejadian, kemungkinan di antara anggota kru atau perwakilan komando pangkalan udara. Jumlah korban belum dikonfirmasi oleh sumber resmi.
Sebelumnya, pada pukul 14.52 waktu setempat, sebuah kanal pemantauan Rusia mencatat peringatan serangan udara di kota Kacha, yang terletak dekat pangkalan militer. Peringatan tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya aktivitas bermusuhan di wilayah tersebut.
Pesawat yang terkena serangan tersebut dilaporkan adalah Antonov An-26, pesawat angkut taktis buatan Soviet yang dikembangkan dari model An-24T.
+ Video: Jerman menerima Bombardier Global 6000 pertama dari program PEGASUS
An-26 melakukan penerbangan pertamanya pada 1969 dan mulai beroperasi pada 1975. Antara 1969 dan 1986, lebih dari 1.400 unit diproduksi dalam berbagai varian.

Model ini dioperasikan oleh kru berjumlah 5 hingga 6 orang dan mampu mengangkut hingga 5,5 ton kargo. Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum sekitar 540 km/jam dan jangkauan sekitar 2.500 km. Salah satu fitur utamanya adalah pintu rampa belakang terintegrasi, yang mempermudah proses pemuatan peralatan dan pembongkaran kargo dengan cepat.
Data dari platform independen Oryx menunjukkan bahwa Rusia telah kehilangan sedikitnya tiga pesawat An-26 — hancur atau rusak — sejak dimulainya invasi skala penuh ke Ukraina.
Sumber dan gambar: militarnyi | Telegram @na_predel | Wikimedia. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
