
Gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan, untuk pertama kalinya dalam operasi, sebuah ketapel elektromagnetik bergerak yang dikembangkan oleh China untuk meluncurkan drone bersayap tetap.

Informasi tersebut berasal dari situs The War Zone. Menurut laporan itu, sistem yang dipasang pada serangkaian truk yang saling terhubung tersebut menggunakan teknologi yang mirip dengan EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System), yang digunakan pada kapal induk, tetapi diadaptasi untuk platform darat yang dapat dipindahkan.


Video tersebut memperlihatkan sebuah drone dipercepat di sepanjang rel dan lepas landas tanpa memerlukan landasan pacu konvensional. Meski lokasi dan tanggal pasti perekaman belum diungkapkan, gambar-gambar itu disebut awalnya dibagikan oleh School of Mechanical Engineering di Beijing Institute of Technology.

Sistem tersebut pertama kali terlihat pada akhir 2025, ketika difoto di atas sebuah kapal kargo China bersama perlengkapan modular lain dalam kontainer, memicu spekulasi bahwa China berniat mengubah kapal sipil menjadi platform yang mampu mengoperasikan drone militer selama konflik.
Para ahli menilai bahwa ketapel elektromagnetik bergerak dapat memungkinkan peluncuran cepat drone pengintai atau serang dari jalan raya, daerah terpencil, dan kapal yang telah dimodifikasi, sehingga meningkatkan fleksibilitas operasional dan mengurangi ketergantungan pada landasan pacu atau pangkalan udara tetap.
Semuanya dapat dikerahkan secara cepat dan dalam skala besar di platform laut maupun darat melalui sistem modular plug-and-play.
Pengembangan dipimpin oleh Beijing Institute of Technology dan dilakukan oleh kelompok industri militer dari basis inovasi. Lebih dari 70 organisasi ikut terlibat, termasuk China State Shipbuilding Corporation, China North Industries Group, China Aerospace Science and Industry Corporation, China Aerospace Science and Technology Corporation, serta China Electronics Technology Group. pic.twitter.com/laTNeUKgtL— KAROTASU (@type36512) 30 Juni 2026
Foto dan video: X @type36512. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
