
China terus memperluas kemampuan penerbangan militernya melalui keluarga helikopter Z-20, yang dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada model asing sekaligus menutup kesenjangan historis dalam angkatan bersenjata negara tersebut.
Terinspirasi oleh helikopter UH-60 Black Hawk milik Amerika Serikat, Z-20 mulai beroperasi setelah bertahun-tahun dikembangkan dan kini menjadi platform transportasi menengah utama bagi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), terutama di wilayah dataran tinggi seperti Tibet dan perbatasan dengan India.

Meski memiliki dimensi dan performa yang serupa dengan Black Hawk, Z-20 mengusung teknologi yang lebih modern, termasuk rotor lima bilah, sistem kendali penerbangan fly-by-wire, serta mesin yang lebih bertenaga. Fitur-fitur tersebut memberikan efisiensi yang lebih baik dalam operasi di dataran tinggi, tingkat kebisingan yang lebih rendah, dan presisi penerbangan yang lebih tinggi, menjadikan helikopter ini sebagai aset penting bagi kebutuhan operasional China.

Helikopter ini juga menjadi dasar bagi berbagai varian khusus. Di antaranya terdapat versi untuk serangan udara, pengangkutan pasukan lintas udara, misi pencarian dan penyelamatan, operasi angkatan laut, serta peperangan anti-kapal selam. Dengan demikian, platform ini kini melayani hampir seluruh cabang angkatan bersenjata China, menggantikan peralatan yang lebih tua sekaligus mengurangi ketergantungan pada helikopter impor dari Rusia.

Secara paralel, industri pertahanan China tengah mengembangkan Z-21, sebuah helikopter serang yang diturunkan dari Z-20 dan dirancang untuk bersaing dengan AH-64 Apache. Pesawat baru ini diharapkan dapat meningkatkan secara signifikan kemampuan dukungan udara dalam operasi amfibi dan serangan, sekaligus memperkuat strategi modernisasi militer China dan persiapannya menghadapi konflik berintensitas tinggi, termasuk kemungkinan operasi di Selat Taiwan.
China’s Z-20 ‘Red Hawk’ is rapidly becoming the backbone of the PLA’s helicopter fleet.
From troop transport and anti-submarine warfare to search & rescue and special operations, multiple Z-20 variants are replacing older platforms and helping China close long-standing… pic.twitter.com/8v5OSfUPhc
— Ababeel (@AbabeelMilitary) 22 Juni 2026
+ Cybertruck mendapat velg bergaya era 1970-an seharga US$ 7.195
Sumber: South China Morning Post | Foto: China Military | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
