
Selama Aspen Ideas Festival, CEO Ford, Jim Farley, menyampaikan pernyataan tegas tentang industri otomotif Tiongkok, menyatakan bahwa mobil buatan Cina kini telah melampaui model-model Barat dalam hal kualitas.
Ia menekankan bahwa ini bukan sekadar kekaguman pribadi — meskipun ia pernah mengungkapkan bahwa mobil pribadinya adalah model dari merek Xiaomi asal Cina — tetapi lebih sebagai peringatan akan persaingan nyata yang dihadirkan oleh pabrikan-pabrikan ini terhadap perusahaan tradisional seperti Ford.
Farley memuji teknologi canggih dalam mobil-mobil Cina, menyebut inovasi seperti asisten berbasis kecerdasan buatan, sistem pembayaran otomatis, pengenalan wajah, dan integrasi digital penuh. Ia mengakui bahwa perusahaan seperti BYD memetik hasil dari investasi besar-besaran selama bertahun-tahun dalam bidang teknologi dan ekspansi global. Sementara itu, Ford menghadapi tantangan di Amerika Serikat, dengan jumlah penarikan kembali kendaraan (recall) yang memecahkan rekor hanya dalam paruh pertama tahun 2025 — mencerminkan masalah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun.
Meski menghadapi kesulitan di Barat, Ford tetap kompetitif di pasar Tiongkok melalui perusahaan patungan Changan Ford, yang dikenal dengan kualitas awal kendaraannya yang tinggi. Di belahan dunia lain, produsen mobil ini melanjutkan strategi yang berfokus pada kendaraan “aspirasional”, dengan prioritas pada SUV dan truk pickup, yang menyebabkan dihentikannya produksi sejumlah model klasik, menyisakan Mustang sebagai satu-satunya mobil penumpang di luar segmen tersebut.
+ Perahu menabrak kapal induk AS di San Diego, kapten ditangkap setelah mencoba melarikan diri
Sumber: Motor1.com | Foto: X @jimfarley98 @BYDCompany | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial
