
Audi secara resmi mengungkap generasi ketiga Q7, menandai perombakan terbesar SUV tersebut sejak peluncuran generasi saat ini pada 2015.
Menurut situs Road and Track, Q7 baru dikembangkan di atas platform PPC (Premium Platform Combustion), evolusi dari arsitektur yang digunakan oleh model-model bermesin pembakaran terbaru dari Audi.

Meski mempertahankan proporsi yang mirip dengan pendahulunya, SUV ini sedikit lebih besar dan mendapatkan bodi yang lebih tegak, sehingga memperluas ruang interior. Di antara pembaruan visualnya terdapat lampu depan LED Digital Matrix baru, yang mampu memproyeksikan informasi dan peringatan ke permukaan jalan, serta lampu belakang OLED generasi terbaru dengan tanda cahaya yang dapat dikonfigurasi.

Di bagian interior, Audi mengandalkan dasbor sepenuhnya digital dengan layar OLED melengkung, sistem multimedia baru, dan finishing yang lebih mewah. Untuk pertama kalinya, Q7 dapat dikonfigurasi dengan kursi individual di baris kedua, mengurangi kapasitas menjadi enam penumpang, atau tetap mempertahankan tata letak tradisional untuk tujuh penumpang.

Pilihan mesin bervariasi tergantung pasar. Di Eropa, SUV ini awalnya akan diluncurkan dengan opsi turbodiesel hingga 299 hp, sementara di Amerika Serikat model ini debut dengan mesin V6 twin-turbo bertenaga 429 hp. Versi sporty SQ7 tetap menggunakan mesin V8 twin-turbo bertenaga 591 hp, yang mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam sekitar 3,7 detik.

Pengiriman pertama dijadwalkan pada paruh kedua 2026, meski harga belum diumumkan. Peluncuran ini terjadi pada momen penting bagi Audi, yang berupaya memperbarui lini SUV-nya sebelum kedatangan Q9 terbaru, calon model tertinggi merek tersebut.
Foto: Audi. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
