
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) berhasil melakukan uji coba dengan Barracuda-500, sebuah kendaraan udara otonom (AAV) dari Anduril Industries, yang dirancang sebagai opsi rudal jelajah yang terjangkau dan dapat diproduksi dengan cepat.
+ Lihat uji coba penerbangan Barracuda-500, dengan peluncuran vertikal, penerbangan otonom, dan serangan presisi pada target
Uji coba ini merupakan bagian dari program Enterprise Test Vehicle (ETV), yang bertujuan untuk mengembangkan platform modular dan berbiaya rendah bagi generasi mendatang dari sistem persenjataan udara.
+ Vídeo: Drone tempur Turki, KIZILELMA, melewati tonggak baru
Setelah tujuh bulan pengembangan dalam program ETV, Anduril Industries telah mengoptimalkan desain Barracuda-500, memastikan efisiensi dan kelayakannya untuk produksi massal. Pesawat ini dirancang agar mudah diproduksi, modular, dan terjangkau, memungkinkan adaptasi cepat terhadap kebutuhan pertempuran.
Uji coba penerbangan pertama Barracuda-500 menunjukkan keberhasilan peluncuran vertikalnya, kemampuan navigasi otonom, dan ketepatan dalam mengenai target menggunakan koordinat GPS. Pesawat ini terbang selama lebih dari 30 menit dan berhasil melakukan pemanduan terminal otonom hingga mencapai target.
Uji Coba Berikutnya dan Pengembangan Lebih Lanjut
Tahap berikutnya dari proyek ini akan mendemonstrasikan kemampuan otonom kolaboratif Barracuda-500, termasuk:
- Peluncuran simultan beberapa sistem Barracuda-500;
- Komunikasi otonom antara pesawat selama penerbangan;
- Pemanfaatan platform Lattice for Mission Autonomy untuk melakukan manuver canggih di lingkungan yang berbahaya.
Anduril juga akan fokus pada produksi dalam skala besar dengan menggunakan proses manufaktur berbiaya rendah dan ketergantungan minimal pada peralatan khusus. Perusahaan memperkirakan bahwa varian produksi penuh dari Barracuda-500 akan siap untuk produksi massal pada tahun 2026.
Rudal Jelajah Modular dan Terjangkau
Barracuda-500 adalah bagian dari keluarga kendaraan udara yang dirancang sejak awal untuk modularitas dan skalabilitas. Dengan mengikuti standar Weapon Open System Architecture (WOSA), sistem ini memungkinkan integrasi cepat dari modul perangkat keras dan perangkat lunak baru, menyesuaikan diri dengan kebutuhan medan perang.
Angkatan Udara AS dan Defense Innovation Unit (DIU) terus bekerja sama dengan Anduril untuk mengembangkan sistem yang sangat efisien, terjangkau, dan siap tempur, memastikan bahwa militer memiliki solusi inovatif yang dapat diterapkan dengan cepat.
Sumber dan gambar: Anduril. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
