AS memperluas produksi GBU-57 untuk menghantam bunker bawah tanah strategis

EUA ampliam produção da GBU-57 para atingir bunkers subterrâneos estratégicos
AS memperluas produksi GBU-57 untuk menghantam bunker bawah tanah strategis (X @imetatronink)

Angkatan Udara Amerika Serikat mengumumkan kelanjutan produksi bom penghancur bunker GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), salah satu senjata konvensional paling kuat dalam arsenal Amerika.

Kontrak baru yang dipublikasikan di portal resmi pemerintah tersebut menandakan niat untuk mempertahankan dan kemungkinan memperluas stok persenjataan yang dirancang untuk menghancurkan instalasi bawah tanah yang diperkuat.

+ Mesin M105: Jawaban Rusia atas Pembatasan Internasional di Sektor Penerbangan

Dengan berat sekitar 13,6 ton, GBU-57 dirancang untuk menembus struktur yang diperkuat sebelum meledak di bawah permukaan. Bom ini menggunakan badan yang kokoh yang mampu menahan benturan berkecepatan tinggi dan memiliki arsitektur modular, sehingga memungkinkan modernisasi dari waktu ke waktu. Tujuan utamanya adalah menetralisir bunker, terowongan, dan target strategis yang terkubur dalam.

Sistem pemanduannya menggabungkan navigasi inersial dengan dukungan GPS, memastikan tingkat presisi yang tinggi dalam serangan. Selain itu, senjata ini menggunakan sekering pintar yang dapat diprogram untuk meledak pada kedalaman tertentu, sehingga meningkatkan efektivitasnya terhadap struktur yang dilindungi.

Secara historis dikaitkan dengan pembom siluman B-2 Spirit, GBU-57 juga berpotensi diintegrasikan ke dalam B-21 Raider di masa depan. Meskipun rincian kontrak sebagian masih dirahasiakan, langkah ini menunjukkan bahwa AS terus memprioritaskan kemampuan untuk menyerang target strategis dalam lingkungan dengan tingkat ancaman tinggi.

Sumber: UK Defence Journal | Foto: X @imetatronink | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial

Back to top