
Angkatan Laut Amerika Serikat berencana meningkatkan secara signifikan pembelian rudal anti-kapal jarak jauh (LRASM), memperkuat strateginya untuk kemungkinan konflik maritim.
Dalam anggaran tahun fiskal 2027 yang diajukan ke Kongres, sekitar 907 juta dolar AS dialokasikan untuk pengadaan 177 unit. Nilai yang tinggi dan kesinambungan investasi menunjukkan bahwa senjata ini telah menjadi elemen sentral dalam perencanaan militer angkatan laut negara tersebut.
Laju pengadaan juga menegaskan prioritas ini. Pada 2026, angkatan laut memperoleh 200 rudal dengan nilai sekitar 1 miliar dolar AS, sementara pada tahun sebelumnya sebanyak 164 unit dibeli. Rangkaian pembelian skala besar ini menunjukkan upaya yang disengaja untuk meningkatkan persediaan senjata tersebut, sekaligus mengukuhkan LRASM sebagai salah satu aset ofensif utama dalam skenario perang maritim.
Dirancang untuk menyerang kapal dengan presisi tinggi, LRASM menonjol karena kemampuannya beroperasi secara otonom. Rudal ini terbang pada ketinggian rendah, menghindari deteksi radar, dan menggunakan sensor canggih untuk menemukan serta menyerang target tanpa perlu panduan terus-menerus. Teknologi ini membuatnya lebih efektif terhadap kapal modern yang dilengkapi sistem pertahanan canggih yang mampu mencegat ancaman konvensional.
Penguatan arsenal ini terjadi di tengah pesatnya perkembangan industri galangan kapal Tiongkok, yang memperluas armadanya dengan laju lebih cepat dibandingkan Amerika Serikat. Dalam konteks ini, Pentagon melihat LRASM sebagai salah satu respons utama untuk menyeimbangkan kekuatan di domain maritim. Meskipun persetujuan akhir bergantung pada Kongres, tren investasi terbaru menunjukkan dukungan institusional yang kuat terhadap perluasan program tersebut.
+ Drone darat mengevakuasi perempuan lanjut usia dari zona perang di Ukraina
Sumber: Defence Blog | Foto: X @AirPowerNEW1 | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial
In addition to the 1,000 FAMM P/L missiles included in the FY-2027 request, the US Air Force also plans to purchase another 1,155 strike missiles in Fiscal Year 2027 covering both discretionary and mandatory funding sources. This includes more than 820 JASSM-ER missiles, 150+… pic.twitter.com/F0rPlCN9R0
— Air-Power | MIL-STD (@AirPowerNEW1) April 22, 2026
