AS Kerahkan Pembom B-1B Lancer ke Jepang untuk Pertama Kalinya dalam Misi Bersejarah

B-1B Lancer. X @AFGlobalStrike
B-1B Lancer. X @AFGlobalStrike

Langkah strategis menandakan perubahan dalam postur militer Amerika di Asia di tengah meningkatnya ketegangan

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Angkatan Udara Amerika Serikat mengerahkan pembom B-1B Lancer secara rotasi ke Pangkalan Udara Misawa di utara Jepang. Misi ini merupakan bagian dari gugus tugas pembom jarak jauh, yang menandai pendekatan strategis baru dan belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan tersebut.

+ Drone Rusia hancurkan howitzer CAESAR buatan Prancis milik Pasukan Ukraina dalam serangan yang terekam video

Menurut pernyataan resmi Angkatan Udara, pesawat tersebut tiba pada 15 April 2025 dari Pangkalan Udara Dyess di Texas. Mobilisasi ini menandai perubahan dalam model operasional yang telah digunakan AS selama puluhan tahun, yang secara tradisional mengandalkan lokasi seperti Guam, Australia, dan Diego Garcia untuk menempatkan pembom strategis mereka di kawasan Indo-Pasifik.

Penempatan baru dan postur operasional yang diperbarui

Meskipun Jepang sebelumnya telah menerima pendaratan pembom AS secara sporadis — seperti B-52 yang melakukan pendaratan darurat di Pangkalan Udara Yokota pada April 2024 atau pengisian bahan bakar “hot pit” oleh B-1 di Misawa pada Februari 2025 — ini adalah pertama kalinya B-1B akan beroperasi secara berkelanjutan dari wilayah Jepang.

Keputusan untuk menempatkan pembom di Misawa mencerminkan meningkatnya ketegangan regional dan kebutuhan Pentagon untuk mendiversifikasi opsi pangkalan maju, menghadapi meningkatnya kapasitas serangan jarak jauh dari kekuatan pesaing seperti China.

B-1B Lancer. X @AFGlobalStrike

+ Antropolog Inggris Mengklaim Telah Menemukan Jenazah Yesus

Para analis menilai bahwa langkah ini bertujuan mengurangi kerentanan lokasi strategis tetap seperti Pangkalan Udara Andersen di Guam, yang semakin berada di bawah ancaman rudal presisi.

Konteks historis dan kapabilitas B-1B

Pengiriman Lancer ke Jepang menandai kembalinya pembom strategis AS ke negara tersebut secara berkelanjutan untuk pertama kalinya sejak Perang Vietnam, ketika B-52 Stratofortress beroperasi dari Pangkalan Udara Kadena di Okinawa pada tahun 1960-an.

B-1B Lancer adalah pembom berat supersonik jarak jauh yang mampu membawa berbagai jenis senjata konvensional, meskipun tidak dilengkapi dengan senjata nuklir. Dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara, Lancer dapat menjalankan misi antar benua, dan dianggap sebagai salah satu aset paling berharga AS dalam operasi serangan strategis jarak jauh.

Sumber: Air Force Global Strike Command X @AFGlobalStrike. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.

Back to top