
Angkatan Udara Amerika Serikat memerintahkan penghentian sementara operasi seluruh armada pesawat latih supersonik T-38 Talon setelah kecelakaan yang terjadi di Alabama pada 12 Mei.
Langkah tersebut diumumkan sebagai tindakan pencegahan sementara para ahli melakukan analisis teknis dan menyusun prosedur inspeksi baru untuk memastikan keselamatan pesawat sebelum kembali terbang.
Kecelakaan itu melibatkan sebuah T-38C yang terkait dengan Pangkalan Angkatan Udara Columbus, di Mississippi. Kedua pilot berhasil melontarkan diri sebelum pesawat jatuh di area pedesaan dekat perbatasan Alabama dan Mississippi.

Penyebab insiden tersebut belum diumumkan secara resmi dan akan diselidiki oleh dewan investigasi internal Angkatan Udara.
Menurut dinas militer tersebut, setiap pesawat dalam armada akan menjalani inspeksi terperinci dan hanya akan kembali beroperasi setelah mendapatkan izin individual.
Sementara itu, komando yang terdampak berencana meningkatkan penggunaan simulator untuk menjaga pelatihan dan kualifikasi awak selama masa penghentian operasi.

Pada hari yang sama dengan pengumuman tersebut, insiden lain juga menarik perhatian, melibatkan sebuah T-6A Texan II dari Pangkalan Angkatan Udara Vance, di Oklahoma. Pesawat itu melakukan pendaratan darurat tanpa roda di Pangkalan Angkatan Udara McConnell, di Kansas, setelah beberapa kali mencoba mendarat di bandara lain. Rekaman memperlihatkan pesawat meluncur di landasan tanpa roda pendaratan terbuka. Meski sempat menegangkan, kedua pilot selamat tanpa cedera, dan kasus ini juga akan diselidiki.
The Department of the @usairforce has directed an operational pause for the T-38 Talon fleet to review procedures and reinforce safe flying operations.
Full details in the 🔗 https://t.co/ZfRlogcl0E pic.twitter.com/dZoMvLiikz
— AETC – First Command (@AETCommand) May 19, 2026
Sumber dan gambar: U.S. Air Force | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
