
Angkatan Laut Kerajaan Thailand telah mengumumkan pensiunnya empat kapal veteran, termasuk kapal legendaris HTMS Pinklao — yang diakui sebagai kapal perang besar tertua di dunia yang masih beroperasi aktif.
Keputusan tersebut diambil karena kondisi kapal yang sudah sangat aus dan biaya perawatan yang tinggi, yang tidak lagi layak untuk operasi berkelanjutan. Pensiunnya kapal ini resmi berlaku mulai 1 Oktober.
Kapal ini awalnya dibangun selama Perang Dunia II dengan nama USS Hemminger (DE-746), dan dirancang untuk mengawal konvoi Inggris melawan serangan kapal selam Jerman di Samudra Atlantik. Kemudian kapal ini dipindahkan ke teater operasi Pasifik, di mana ia berperan sebagai kapal perang anti-kapal selam yang dilengkapi sonar dan torpedo.
Pada 22 Juli 1959, kapal perusak tersebut secara resmi dipindahkan ke Angkatan Laut Kerajaan Thailand di galangan kapal Angkatan Laut New York, dan diberi nama baru HTMS Pinklao untuk menghormati Raja Rama IV.

Selama lebih dari enam dekade, kapal ini memainkan peran penting sebagai kapal pelatihan dan pendidikan bagi taruna dan bintara, serta berpartisipasi dalam latihan gabungan dengan pasukan internasional. Menurut halaman resmi HTMS Pinklao di Facebook, salah satu misi paling simbolis kapal ini adalah menjadi bagian dari pengawal kehormatan perahu kerajaan di Istana Klai Kangwon di Hua Hin — kediaman mendiang Raja Rama IX — yang sering difoto bersama kapal tersebut saat upacara kehormatan.
Dengan pensiunnya kapal ini, dunia mengucapkan selamat tinggal kepada ikon angkatan laut sejati yang telah melintasi generasi dan menyaksikan perubahan geopolitik besar sejak era pascaperang.
Selain HTMS Pinklao, kapal HTMS Phuket, HTMS Samui, dan HTMS Suriya juga turut dipensiunkan.
+ AK-74: Evolusi Senapan Serbu Soviet
+ Dokumen CIA Ungkap Dugaan Konfrontasi antara Tentara Soviet dan Alien di Siberia

Sumber dan gambar: ThaiPBS | Angkatan Laut Thailand. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
