
Angkatan Laut Kerajaan Inggris secara resmi mengumumkan peluncuran Excalibur, kapal selam tak berawak pertamanya dan saat ini yang terbesar dari jenisnya yang beroperasi di Eropa. Pengumuman ini disampaikan melalui siaran pers armada, dan dianggap sebagai tonggak teknologi penting bagi kekuatan angkatan laut Eropa.
+ Influencer Valeria Márquez Ditembak Mati Saat Siaran Langsung di TikTok di Meksiko
Excalibur adalah hasil dari Proyek Cetus, yang dikembangkan selama tiga tahun untuk memperluas kemampuan bawah laut armada melalui sistem tak berawak. Nama proyek ini diambil dari makhluk laut dalam mitologi kuno, melambangkan kekuatan dan penguasaan laut.
Kapal selam eksperimental dan uji coba laut
Selama dua tahun ke depan, Excalibur akan menjalani serangkaian uji coba di laut. Pengujian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang tantangan operasional dari platform bawah laut otonom berskala besar. Hasil uji ini akan menjadi dasar bagi pengembangan kendaraan bawah laut masa depan yang dapat beroperasi bersama kapal dan kapal selam berawak.
Angkatan Laut Kerajaan menekankan bahwa pengujian ini penting untuk mempertahankan keunggulan teknologi Inggris di bawah permukaan laut, melindungi infrastruktur penting, mengawal kapal sekutu, dan mengumpulkan informasi strategis.

Spesifikasi dan fleksibilitas logistik
Excalibur memiliki panjang 12 meter, diameter 2,2 meter, berat 17 ton, dan jangkauan pelayaran hingga 1.000 mil laut. Salah satu keunggulan logistik utamanya adalah desainnya yang memungkinkan pengangkutan dalam kontainer kargo standar, sehingga dapat dengan mudah dikirim ke seluruh dunia.
Proyek Cetus dan investasi strategis
Kontrak pembangunan Excalibur ditandatangani dengan perusahaan MSubs pada Desember 2022, dengan nilai sebesar £15,4 juta. Proyek ini didanai oleh program Anti-Submarine Warfare Spearhead dan dikoordinasikan oleh Royal Navy Development Authority yang berbasis di Portsmouth.
Dengan peluncuran Excalibur, Inggris mengambil langkah penting dalam membangun armada hibrida yang terdiri dari platform berawak dan tak berawak, sekaligus memperkuat kepemimpinannya dalam inovasi teknologi militer bawah laut.
Sumber dan gambar: Royal Navy. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
