
Prajurit Inggris sedang mengikuti latihan militer di Finlandia hanya 70 kilometer dari perbatasan dengan Rusia, tempat mereka menguji generasi baru drone pengintaian dan serang yang dirancang untuk menemukan dan menghancurkan target tanpa membuat pasukan terpapar tembakan musuh.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari latihan Northern Star, yang melibatkan sekitar 4.500 personel militer dari negara-negara NATO, termasuk Inggris, Finlandia, Prancis, Hungaria, dan Amerika Serikat. Kegiatan ini dilakukan melalui kerja sama antara Batalion ke-3 The Rifles dari Angkatan Darat Inggris dan Brigade Kainuu, yang bertanggung jawab atas pertahanan wilayah timur Finlandia.

“Ini adalah lokasi yang sangat penting secara strategis bagi NATO dan memberi kami kesempatan untuk berlatih serta mengembangkan taktik kami di lingkungan yang menantang. Orang Finlandia sangat serius dalam urusan pertahanan, dan dengan saling belajar, kami dapat bekerja sama dengan lebih baik. Yang ingin kami lakukan adalah meningkatkan daya mematikan kami untuk mengalahkan musuh dari jarak yang lebih jauh dan dengan lebih cepat,” kata Letnan Kolonel Tom Redon, Perwira Komandan Rifles.
Sorotan utama latihan ini adalah penggunaan gabungan drone Ghost dan Bolt. Ghost berperan sebagai platform pengintaian, mengidentifikasi target dan mengirimkan informasi secara real time. Sementara itu, Bolt adalah munisi berkeliaran, juga dikenal sebagai drone bunuh diri, yang menerima koordinat target dan menghancurkannya saat mencapai sasaran.

Menurut pihak militer Inggris, sistem ini memungkinkan prajurit menyerang posisi musuh dari jarak yang lebih jauh dengan risiko yang lebih rendah. Informasi yang dikumpulkan oleh drone dibagikan melalui sistem digital ATAK, atau Android Tactical Assault Kit, yang menyediakan peta, lokasi pasukan, dan gambar medan tempur langsung ke perangkat yang dibawa oleh para prajurit.
“Dengan Ghost dan Bolt, Anda dapat mengambil keputusan lebih cepat dan dapat menghancurkan target dari jarak yang lebih jauh. Hal ini meningkatkan daya mematikan kami, sekaligus meningkatkan kemampuan bertahan kami, karena Anda tidak harus berada di sana untuk menghancurkan sesuatu. Anda dapat mengirim sensor ke depan, dan itu benar-benar penting saat kami melihat ke masa depan,” kata Mayor Steve Watts, Perwira Pelaksana Latihan dari Rifles.

Kegiatan ini berlangsung pada saat Finlandia semakin memiliki arti strategis bagi NATO. Sejak bergabung dengan aliansi tersebut pada 2023, negara itu menambahkan lebih dari 1.300 kilometer perbatasan langsung dengan Rusia ke wilayah NATO, menjadikan kawasan tersebut salah satu area paling sensitif di sisi utara aliansi.
Foto: British Army. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
