
Angkatan Darat Amerika Serikat telah memulai program untuk mengakuisisi hingga 606 unit baru Infantry Squad Vehicle–Heavy (ISV-H), yang ditujukan untuk mendukung brigade mobile.
Usulan ini merupakan bagian dari upaya modernisasi yang dipercepat, dengan memprioritaskan penggunaan platform komersial yang sudah ada, yang dapat dengan cepat diadaptasi ke lingkungan militer tanpa memerlukan pengembangan berkepanjangan.
Kendaraan ini akan dirancang untuk mengangkut satu tim berisi enam prajurit beserta perlengkapannya, sekaligus menjalankan peran strategis sebagai sumber daya listrik bergerak. Dengan kemampuan menghasilkan hingga 60 kilowatt, ISV-H akan mampu memasok daya ke sistem-sistem penting seperti komunikasi, drone, radar, dan peralatan perang elektronik, baik saat bergerak maupun saat berhenti, sehingga memperluas otonomi unit di lapangan.
Persaingan antarperusahaan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan proposal konseptual dan dapat berkembang ke tahap produksi setelah pengujian prototipe. Angkatan Darat berniat memilih hingga tiga pemasok untuk mengembangkan kendaraan yang memenuhi persyaratan operasional, termasuk mobilitas di medan sulit, kemampuan angkut udara, dan kapasitas penarikan.
Selain kinerja, program ini juga menekankan pemeliharaan dan otonomi logistik. Angkatan Darat ingin memastikan akses penuh terhadap data teknis dan alat perbaikan, sehingga mengurangi ketergantungan pada produsen. Secara lebih luas, ISV-H mencerminkan perubahan dalam doktrin militer, di mana kendaraan semakin berfungsi sebagai platform multifungsi dalam operasi yang semakin cepat dan terdesentralisasi.
Sumber: Defence Blog | Foto: X @TheDeadDistrict | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
A prototype of the Next Generation Tactical Vehicle that the 4th Infantry Division used during Exercise Ivy Sting IV.
This vehicle seats up to six soldiers, provides onboard power to support missions, and is a candidate for the upcoming ISV-Heavy program. pic.twitter.com/mJcpDHPZwW
— △ (@TheDeadDistrict) March 31, 2026
