Angkatan Darat AS menguji kawanan kapal otonom dalam latihan di Filipina

Latihan Salaknib 202.6 Foto: Sgt. Abreanna Goodrich / Domain Publik
Latihan Salaknib 202.6 Foto: Sgt. Abreanna Goodrich / Domain Publik

Angkatan Darat Amerika Serikat menggunakan kawanan kapal otonom selama Latihan Salaknib 2026, yang digelar di Filipina, untuk mendemonstrasikan kemampuan baru dalam pengawasan dan perlindungan maritim.

Operasi tersebut berlangsung di Teluk Casiguran dan bertujuan mengawal sebuah kapal logistik yang mengangkut kendaraan lapis baja dan personel militer Filipina sejauh lebih dari 418 kilometer.

Latihan Salaknib 202.6 Foto: Sgt. Abreanna Goodrich / Domain Publik
Latihan Salaknib 202.6 Foto: Sgt. Abreanna Goodrich / Domain Publik

Sistem nirawak tersebut dioperasikan oleh anggota Batalyon Intelijen dan Perang Elektronik ke-125 dari Divisi Infanteri ke-25, salah satu kekuatan darat utama Amerika di kawasan Pasifik. Selama misi, kapal-kapal otonom itu membentuk perimeter keamanan di sekitar kapal, mengumpulkan data dari lingkungan maritim, dan mengirimkan informasi hampir secara real time ke pusat komando di darat.

Latihan Salaknib 202.6 Foto: Sgt. Abreanna Goodrich / Domain Publik
Latihan Salaknib 202.6 Foto: Sgt. Abreanna Goodrich / Domain Publik

Menurut personel militer yang terlibat, teknologi ini memungkinkan proses pengambilan keputusan dipercepat secara signifikan. Sensor yang terpasang memperluas kesadaran situasional para komandan tanpa perlu mengerahkan pesawat berawak, kapal patroli, atau tim pengamatan yang ditempatkan di sepanjang pesisir. Kemampuan tersebut juga digunakan untuk mengawal kapal logistik saat mendekati pelabuhan, memastikan keamanan pendaratan kendaraan dan pasukan Filipina.

Latihan Salaknib 202.6 Foto: Sgt. Abreanna Goodrich / Domain Publik
Latihan Salaknib 202.6 Foto: Sgt. Abreanna Goodrich / Domain Publik

Demonstrasi ini memperkuat minat Amerika Serikat dan sekutunya untuk memasukkan sistem otonom ke dalam operasi maritim di Indo-Pasifik. Di negara yang terdiri atas lebih dari 7.600 pulau dan terletak dekat kawasan strategis serta disengketakan, seperti Laut China Selatan, solusi semacam ini dapat memainkan peran penting dalam pengawasan berkelanjutan terhadap jalur laut dan perlindungan operasi logistik.

Sumber: Defence Blog| DVIDS | Foto: Sgt. Abreanna Goodrich / Domain Publik | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial

Back to top