
AeroVironment, produsen drone serang Switchblade, memperoleh kontrak senilai hingga US$500 juta dari Angkatan Darat Amerika Serikat untuk memasok sistem komersial penanggulangan drone.
Perjanjian tersebut ditandatangani pada 1 Juli oleh Army Contracting Command di Detroit Arsenal dan akan tetap berlaku hingga Juni 2029, memperkuat strategi Amerika Serikat untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya terhadap pesawat tanpa awak.

Kontrak tersebut mencakup penyediaan teknologi yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan menetralisir drone musuh, termasuk peralatan untuk menghadapi pesawat tanpa awak berukuran besar maupun solusi bagi quadcopter kecil dan drone bersayap tetap yang semakin berperan penting dalam konflik-konflik terbaru. Sistem spesifik yang akan dibeli serta lokasi penggunaannya masih akan ditentukan sesuai dengan setiap pesanan yang diajukan oleh Angkatan Darat.

Di antara solusi utama AeroVironment adalah keluarga Titan, yang terdiri atas perangkat pengacau frekuensi radio yang mampu mengganggu sinyal komunikasi dan navigasi drone lawan. Perusahaan ini juga memperkuat portofolio sistem antidrone setelah menyelesaikan akuisisi BlueHalo senilai US$4,1 miliar pada tahun 2025, dengan menambahkan teknologi senjata energi terarah dan rudal khusus untuk misi semacam ini.

Kontrak baru ini menambah deretan kesepakatan besar yang berhasil diperoleh perusahaan tersebut. Pada Desember 2025, AeroVironment telah memenangkan kontrak senilai US$874 juta untuk memasok drone dan sistem antidrone kepada negara-negara sekutu Amerika Serikat. Dengan demikian, perusahaan ini telah mengumpulkan kontrak senilai lebih dari US$1,3 miliar di sektor drone dan pertahanan antidrone dalam waktu sekitar tujuh bulan.
+ Angkatan Laut Denmark menguji kapal otonom Inggris untuk misi angkatan laut
Sumber: Defence Blog | Foto: AeroVironment | DVIDS | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial
