
Angkatan Udara Paraguay (FAP) untuk pertama kalinya melakukan intersepsi udara menggunakan pesawat A-29 Super Tucano di perbatasan dengan Brasil, menandai langkah penting dalam operasi “Escudo Guaraní” yang dibuat untuk memperkuat keamanan dan memerangi aktivitas ilegal di wilayah udara negara tersebut.
Insiden itu terjadi di wilayah utara departemen Concepción. Menurut informasi resmi, radar ELTA 2106 mendeteksi sebuah pesawat mencurigakan asal Bolivia yang terbang pada ketinggian sekitar 1.200 meter saat memasuki wilayah udara Paraguay.
Dua pesawat A-29 Super Tucano segera dikerahkan untuk melakukan intersepsi. Para kru mengikuti semua protokol yang ditetapkan dan berhasil memaksa pilot melakukan pendaratan wajib, sehingga mencegah kelanjutan aktivitas ilegal yang mungkin terjadi.
Secara paralel, sebuah helikopter UH-1H yang membawa kelompok taktis dikirim ke daerah tersebut untuk memberikan dukungan, bersama dengan unit darat yang bergerak untuk memastikan keamanan di lokasi.

“Escudo Guaraní” sudah menunjukkan hasil yang signifikan

Operasi ini terbukti efektif sejak diterapkan. Beberapa hari sebelum intersepsi udara, pasukan dari kelompok operasi gabungan selatan menyita hampir 1.000 kg ganja di departemen Ñeembucú, dekat perbatasan dengan Argentina.
Dengan peningkatan pengawasan udara dan darat, Paraguay menegaskan kembali komitmennya dalam memerangi penyelundupan dan aktivitas ilegal lainnya yang menggunakan rute lintas batas. Operasi A-29 Super Tucano menunjukkan pentingnya pesawat ini sebagai platform intersepsi ringan, yang menggabungkan efisiensi operasional dan kemampuan respons cepat.
Pihak berwenang Paraguay menyatakan bahwa tindakan baru akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang, memperluas pengawasan di wilayah yang lebih sensitif di negara tersebut.
Sumber dan gambar: Kementerian Pertahanan Paraguay | Angkatan Udara Paraguay (FAP). Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
