Pesawat Pan Am yang hilang ditemukan di dasar laut setelah 74 tahun

Pesawat Pan Am yang hilang ditemukan di dasar laut setelah 74 tahun (Foto: Pan Am Historical Foundation)
Pesawat Pan Am yang hilang ditemukan di dasar laut setelah 74 tahun (Foto: Pan Am Historical Foundation)

Puing-puing penerbangan 526A milik Pan American World Airways, yang dikenal sebagai Clipper Endeavor, ditemukan di dasar Samudra Atlantik, 74 tahun setelah pesawat tersebut jatuh di dekat pesisir Puerto Riko.

Seperti dilaporkan oleh New York Post, penemuan tersebut diumumkan oleh Air/Sea Heritage Foundation dan menandai berakhirnya pencarian panjang terhadap salah satu kecelakaan paling bersejarah dalam dunia penerbangan komersial.

Douglas DC-4 (Foto: Pan Am Historical Foundation)
Douglas DC-4 (Foto: Pan Am Historical Foundation)

Pesawat Douglas DC-4 tersebut lepas landas dari San Juan pada 11 April 1952 menuju New York dengan membawa 64 penumpang dan lima awak. Beberapa menit setelah lepas landas, dua mesinnya mengalami kerusakan sehingga pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di laut.

Meskipun seluruh penumpang dan awak selamat dari benturan awal, pesawat tersebut dengan cepat tenggelam dan 52 orang meninggal dunia. Hanya 17 orang yang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup, sedangkan 39 jenazah tidak pernah ditemukan.

Puing-puing pesawat ditemukan di kedalaman sekitar 600 meter dalam sebuah ekspedisi yang dilakukan pada Juni tahun ini. Tim menggunakan kendaraan bawah laut otonom yang dilengkapi sonar beresolusi tinggi untuk menemukan badan pesawat, yang tetap relatif terawat dan masih menampilkan logo Pan Am.

Pesawat Pan Am yang hilang ditemukan di dasar laut setelah 74 tahun
(Foto: Air/Sea Heritage Foundation and Deep Sea Vision)

Kecelakaan tersebut memberikan dampak jangka panjang terhadap penerbangan komersial. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa banyak penumpang tidak dapat menggunakan jaket pelampung dengan benar dan belum menerima petunjuk keselamatan sebelum penerbangan, sebuah prosedur yang saat itu belum diwajibkan.

Tragedi tersebut mendorong penerapan pengarahan keselamatan sebelum penerbangan dan penyempurnaan perlengkapan darurat, langkah-langkah yang tetap diwajibkan hingga saat ini.

“Setiap kali Anda menaiki pesawat saat ini, Anda lebih aman karena apa yang terjadi pada Clipper Endeavor dan para penumpangnya tiga perempat abad yang lalu,” kata Josh Gates, pembawa acara Expedition Unknown, kepada program Today di saluran NBC.

“Pesawat ini menghilang di bawah gelombang, dan warisan orang-orang yang berada di dalamnya berisiko ikut hilang. Saya berharap penemuan bersejarah ini dapat memberikan sedikit kedamaian kepada keluarga para penumpang dan awak, serta mengingatkan masyarakat yang bepergian dengan pesawat saat ini akan kewajiban untuk mengenang penerbangan tragis tersebut.”

+ JLR mengonfirmasi Range Rover GT listrik baru yang dijadwalkan debut pada 2027

Foto: Pan Am Historical Foundation / AirSea Heritage Foundation and Deep Sea Vision. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top