
Angkatan Udara Amerika Serikat memulai tahap baru pengujian Pesawat Tempur Kolaboratif atau Collaborative Combat Aircraft (CCA) dengan membawa YFQ-44 Fury ke Pangkalan Angkatan Udara Creech di Nevada.
Untuk pertama kalinya, drone tempur buatan Anduril beroperasi dari fasilitas utama Amerika Serikat yang didedikasikan untuk pesawat tanpa awak. Dalam waktu dekat, drone tersebut akan disusul oleh YFQ-42 Dark Merlin buatan General Atomics, sehingga keduanya dapat mengikuti evaluasi operasional bersama.

Pengujian tersebut merupakan bagian dari latihan yang didasarkan pada konsep Agile Combat Employment (ACE), yang bertujuan memvalidasi kemampuan pesawat-pesawat ini untuk beroperasi dari pangkalan terpencil dengan infrastruktur terbatas, kebutuhan logistik rendah, serta mobilitas cepat di antara berbagai lokasi. Selama kegiatan berlangsung, personel militer Amerika Serikat menjalankan operasi di darat maupun penerbangan, sementara para spesialis dari Angkatan Udara Kerajaan Belanda mengikuti pengujian untuk mengamati perkembangan taktik dan kerja sama antara operator manusia dan sistem otonom.
Selain mengevaluasi kinerja tempur, latihan tersebut berfokus pada penyelesaian tantangan yang berkaitan dengan pemeliharaan, logistik, integrasi dengan pesawat berawak, serta pengembangan prosedur yang memungkinkan drone-drone tersebut dimasukkan ke dalam rutinitas operasional Angkatan Udara.

Pengalaman yang diperoleh akan dibandingkan dengan hasil yang baru-baru ini didapat selama latihan Valiant Shield di kawasan Pasifik, ketika drone MQ-28 Ghost Bat digunakan dalam pengujian serupa.
Program CCA dianggap sebagai salah satu proyek utama Angkatan Udara Amerika Serikat untuk meningkatkan kemampuan tempurnya dalam menghadapi musuh yang memiliki teknologi maju, seperti China. YFQ-44 Fury sendiri telah mencapai tonggak penting dengan menjadi pesawat pertama dalam program tersebut yang meluncurkan rudal udara-ke-udara. Kini, pengujian baru tersebut bertujuan memantapkan penggunaan platform-platform ini dalam skenario nyata sekaligus membuka jalan bagi pemanfaatannya dalam operasi militer pada masa mendatang.
Anduril Fury YFQ-44A (25-1003) tampaknya sedang menuju Creech!
Pesawat pengawalnya, Learjet 35 (N721EC), juga berada di dekatnya.https://t.co/biIb56pC6l pic.twitter.com/sPDwRowNUV
— Parker A. (@Parker_008) 21 Juli 2026
+ BAE Systems meluncurkan Brontanax untuk memperkuat angkatan udara Inggris
Sumber: The War Zone | Foto: DVIDS | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
