
Pesawat tempur Kfir pertama yang dimodernisasi ke standar C12 untuk Angkatan Udara Sri Lanka telah memulai fase uji terbang setelah selesainya integrasi sistem baru dan lolos dalam semua evaluasi yang dilakukan di darat.
Pesawat dengan registrasi SFM1018 itu lepas landas dari Pangkalan Udara Katunayake pada 11 Juni, menandai kemajuan penting dalam program modernisasi armada.

Proyek ini dilakukan bekerja sama dengan Israel Aerospace Industries (IAI) dan mencakup peningkatan empat pesawat tempur Kfir C2/C7, serta satu pesawat latih dua kursi Kfir TC2. Dengan demikian, pesawat-pesawat tersebut ditingkatkan ke standar Kfir C12, dengan mengintegrasikan teknologi yang lebih modern untuk memperluas kemampuan operasionalnya.
Di antara peningkatan yang diterapkan terdapat kokpit sepenuhnya digital dengan layar multifungsi, radar multimode, sensor baru, sistem navigasi dan komunikasi yang diperbarui, kemampuan beroperasi di lingkungan tempur berbasis jaringan, serta kompatibilitas dengan persenjataan berpemandu presisi. Selain itu, pesawat-pesawat tersebut menjalani penguatan struktural untuk memperpanjang masa pakainya.

Program ini juga bertujuan memperkuat kemampuan pemeliharaan Angkatan Udara Sri Lanka, sekaligus mengurangi ketergantungan pada dukungan eksternal. Saat ini, hanya Sri Lanka dan Kolombia yang masih mengoperasikan pesawat tempur Kfir, yang telah bertugas di Skuadron Tempur ke-10 sejak 1996 dan dikenal secara lokal dengan julukan “Lion Cub”.
Pesawat tempur Kfir C12 modernisasi pertama milik Angkatan Udara Sri Lanka telah memulai pengujian setelah proses integrasi sistem.
Program ini mencakup peningkatan empat pesawat Kfir C2/C7 dan satu pesawat latih Kfir TC2 ke versi Kfir C12, bekerja sama dengan Israel@Military_OSTX pic.twitter.com/YKwEEXXj4a— Mete Sohtaoğlu (@metesohtaoglu) 5 Juli 2026
+ Foto tilang bertentangan dengan tuduhan penggunaan ponsel saat mengemudi
Sumber: Militarnyi | Foto: X @airforcelk | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
