Tentara AS memberikan kontrak senilai US$3 miliar kepada Lockheed Martin untuk radar Sentinel A4

Radar Sentinel A4. Foto: DVIDS
Radar Sentinel A4. Foto: DVIDS

Tentara Amerika Serikat menandatangani kontrak senilai US$3 miliar dengan Lockheed Martin untuk meningkatkan produksi radar AN/MPQ-64F1 Sentinel A4 serta menjamin dukungan rekayasa hingga Juni 2031.

Perjanjian yang ditandatangani pada 30 Juni 2026 itu akan mempertahankan produksi sistem tersebut di fasilitas perusahaan di Liverpool, negara bagian New York, di bawah pengelolaan Army Contracting Command di Redstone Arsenal, Alabama.

Dianggap sebagai radar pengawasan udara berbasis darat terpenting bagi unit pertahanan udara Tentara AS, Sentinel A4 mampu memantau wilayah udara hingga 360 derajat dan mengidentifikasi berbagai jenis ancaman, seperti drone, helikopter, pesawat, roket, mortir, dan rudal jelajah. Perangkat ini menggunakan teknologi pita X dan dapat diangkut oleh satu kendaraan saja, serta siap dioperasikan dalam waktu sekitar 15 menit.

Radar Sentinel A4. Foto: DVIDS
Radar Sentinel A4. Foto: DVIDS

Varian A4 yang baru merupakan peningkatan terbesar yang pernah diterapkan pada sistem ini dengan menggantikan antena mekanis lama menggunakan antena AESA yang mengarahkan berkas radar secara elektronik. Teknologi ini meningkatkan kecepatan deteksi, memperbaiki pelacakan simultan terhadap banyak sasaran, serta secara signifikan meningkatkan kemampuan mendeteksi drone berukuran kecil, yang menjadi salah satu perhatian utama angkatan bersenjata di tengah berkembangnya ancaman udara modern.

Radar Sentinel A4. Foto: DVIDS
Radar Sentinel A4. Foto: DVIDS

Selain beroperasi secara terintegrasi dengan sistem pertahanan seperti Patriot dan Avenger, Sentinel A4 memainkan peran strategis dengan memberikan informasi dini mengenai ancaman sebelum mencapai area yang dilindungi. Investasi bernilai miliaran dolar ini menegaskan prioritas Tentara AS untuk memodernisasi pertahanan udaranya dalam menghadapi serangan drone FPV, amunisi berkeliaran (loitering munition), dan kawanan pesawat nirawak, tantangan yang belum ada ketika Sentinel mulai dioperasikan pada dekade 1990-an.

+ MH-60S Angkatan Laut AS jatuh di Laut Arab, satu awak masih hilang

Sumber: Defence Blog | Foto: X @LockheedMartin | Foto: DVIDS | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial

Back to top