
Angkatan Laut Ukraina merilis rekaman yang memperlihatkan drone Bayraktar TB2 menghancurkan dua kapal Rusia di Laut Hitam, menandai kembalinya model ini ke operasi serangan setelah lama tidak terlihat di medan perang.
Para analis meyakini bahwa kapal yang dihantam merupakan kendaraan permukaan nirawak (USV) yang dioperasikan Rusia, meskipun Kyiv belum secara resmi mengonfirmasi jenis target maupun pesawat yang digunakan.

Bayraktar TB2 menjadi terkenal pada bulan-bulan awal perang karena efektivitasnya melawan pasukan Rusia, namun penggunaannya untuk serangan berkurang secara signifikan setelah pertahanan udara dan sistem peperangan elektronik Rusia diperkuat.
Sejak saat itu, drone ini lebih banyak digunakan dalam misi pengintaian dan penandaan sasaran, hanya sesekali kembali digunakan dalam operasi serangan.
Rekaman yang dirilis memperlihatkan apa yang diidentifikasi para pakar sebagai antarmuka khas sistem elektro-optik TB2, serta penggunaan amunisi berpemandu laser dari keluarga MAM yang dikembangkan oleh perusahaan Turki Roketsan.

Menurut Angkatan Laut Ukraina, tiga kapal Rusia dihancurkan dalam operasi tersebut, meskipun rekaman yang tersedia hanya dengan jelas mengonfirmasi dua serangan.
Kembalinya TB2 terjadi pada saat Ukraina masih mempertahankan keunggulan relatif di Laut Hitam melalui penggunaan intensif drone laut.
Melemahnya sebagian pertahanan udara Rusia di kawasan tersebut juga diyakini telah menciptakan kondisi yang memungkinkan Bayraktar kembali menjalankan misi serangan terhadap sasaran maritim yang muncul secara oportunistis.
Bayraktar lives! The Ukrainian Navy has released footage showing the destruction of a Russian unmanned surface vessel by a drone whose interface looks like that used by the Bayraktar TB2.
According to the Navy, a total of three Russian unmanned surface vessels were destroyed in… https://t.co/4KaJHJgxB9 pic.twitter.com/GuVOyaxhrR
— Special Kherson Cat 🐈🇺🇦 (@bayraktar_1love) 24 Juni 2026
+ Inggris mengganti kapal perusak Type 83 dengan kapal hibrida untuk memimpin drone
Foto dan video: Kementerian Pertahanan Ukraina / X @bayraktar_llove. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
