
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (29) menandatangani memorandum presiden “Freedom to Fix”, sebuah kebijakan yang bertujuan memperluas apa yang dikenal sebagai hak untuk memperbaiki kendaraan (Right to Repair). Inisiatif ini bertujuan mempermudah pemilik kendaraan untuk memperbaiki mobil mereka sendiri atau memilih bengkel mana pun untuk melakukan perbaikan, sekaligus memperluas peluang sertifikasi suku cadang dari pasar independen (aftermarket).
Menurut Gedung Putih, memorandum tersebut bertujuan mengurangi berbagai hambatan yang selama ini menyulitkan perbaikan kendaraan di luar dealer resmi. Kebijakan ini juga mendorong peninjauan regulasi guna memperluas pilihan persetujuan terhadap komponen yang diproduksi oleh produsen independen.
Apa yang berubah bagi pemilik kendaraan?
Meskipun memorandum ini tidak langsung mengubah undang-undang, dokumen tersebut mengarahkan lembaga-lembaga federal untuk mengembangkan kebijakan yang memperkuat hak konsumen dalam memperbaiki kendaraan mereka sendiri atau menggunakan jasa bengkel independen.
Dalam praktiknya, inisiatif ini dapat memberikan manfaat berupa:
- akses yang lebih luas terhadap informasi teknis untuk perawatan kendaraan;
- bertambahnya pilihan suku cadang pengganti yang telah disertifikasi;
- meningkatnya persaingan di antara bengkel;
- potensi penurunan biaya perawatan bagi konsumen.
Isu ini semakin mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir karena kendaraan modern semakin bergantung pada perangkat lunak, modul elektronik, dan sistem eksklusif, sehingga beberapa jenis perbaikan menjadi lebih sulit dilakukan di luar jaringan dealer resmi.

Trump membela kebebasan untuk memperbaiki kendaraan sendiri
Dalam upacara penandatanganan, Trump menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah yang “masuk akal” dan menegaskan bahwa banyak pemilik kendaraan memahami mobil mereka dengan sangat baik.
“Ini benar-benar soal akal sehat. Ada orang yang mengenal mobil mereka lebih baik daripada banyak mekanik. Bahkan mereka sering memberi tahu bengkel bagaimana cara memperbaiki mobil atau truk pikap mereka.”
Presiden juga mengingatkan bahwa pemerintahannya sebelumnya telah mengambil langkah-langkah terkait sektor truk sebelum penandatanganan memorandum baru ini.
Pasar suku cadang independen berpotensi memperoleh manfaat
Pasar suku cadang aftermarket di Amerika Serikat bernilai miliaran dolar setiap tahunnya dan memainkan peran penting dalam perawatan kendaraan yang sudah tidak lagi berada dalam masa garansi.
Para pakar industri menyatakan bahwa kebijakan Right to Repair cenderung meningkatkan persaingan antara produsen suku cadang, distributor, dan bengkel independen, sehingga memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen tanpa menghilangkan opsi menggunakan jaringan dealer resmi.
Di sisi lain, produsen kendaraan secara tradisional berpendapat bahwa pembatasan teknis tertentu diperlukan untuk menjaga standar keselamatan, emisi, dan keamanan siber kendaraan modern, terutama kendaraan yang memiliki tingkat konektivitas tinggi.
Perdebatan masih berlanjut
Penandatanganan memorandum ini menjadi babak baru dalam perdebatan mengenai hak untuk memperbaiki kendaraan di Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai negara bagian, organisasi perlindungan konsumen, dan asosiasi industri otomotif telah membahas keseimbangan antara akses terhadap informasi perawatan kendaraan dan perlindungan terhadap persyaratan keselamatan yang ditetapkan produsen.
Apabila arahan dalam memorandum ini diterapkan oleh lembaga-lembaga federal, konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan untuk melakukan perawatan dan perbaikan kendaraan mereka, terutama melalui pasar suku cadang independen.
.@POTUS signed the “Freedom to Fix” Presidential Memorandum 🇺🇸
This makes it easier for Americans to repair their own cars by protecting the right to fix vehicles and opening up more options for approving aftermarket parts.
“It’s really common sense.” pic.twitter.com/ciN7HYqRfP
— Margo Martin (@MargoMartin47) June 29, 2026
+ B-2 Spirit meluncurkan rudal antikapal LRASM dalam latihan tembak langsung di Pasifik
Sumber dan gambar: akun resmi Gedung Putih serta unggahan Penasihat Komunikasi Presiden Margo Martin di platform X. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
