Pabrik drone Prancis yang memasok Ukraina menjadi sasaran serangan bom molotov

Pabrik drone Prancis yang memasok Ukraina menjadi sasaran serangan bom molotov
Pabrik drone Prancis yang memasok Ukraina menjadi sasaran serangan bom molotov (Foto: SIPA JEAN-CHRISTIAN)

Sebuah pabrik milik perusahaan Prancis Delair, produsen drone yang memasok peralatan untuk Ukraina, menjadi sasaran serangan bom molotov pada awal Juni.

Fasilitas tersebut, yang terletak di Labège, di pinggiran Toulouse, hanya mengalami kerusakan kecil karena benda-benda pembakar itu tidak meledak atau menyebabkan kebakaran besar. Otoritas Prancis telah membuka penyelidikan atas perusakan properti dengan risiko terhadap nyawa.

Drone serang DT26 yang digunakan oleh Ukraina. Foto: Delair
Drone serang DT26 yang digunakan oleh Ukraina. Foto: Delair

Insiden itu semakin menarik perhatian setelah penangkapan, dua hari kemudian, seorang warga negara Belarus berusia 48 tahun di dekat pabrik tersebut. Menurut jaksa Prancis, pria itu ditahan saat sedang merekam prototipe drone dan diduga telah mengirimkan gambar tersebut kepada seorang kontak di Rusia. Ia akhirnya secara resmi didakwa mengumpulkan dan mengirimkan informasi kepada kekuatan asing dan masih berada dalam tahanan.

Drone UX11 yang digunakan oleh Ukraina. Foto: Delair
Drone UX11 yang digunakan oleh Ukraina. Foto: Delair

Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah ada kaitan antara upaya pembakaran tersebut dan kasus spionase. Menurut informasi yang dilaporkan oleh pers Prancis, tersangka sebelumnya telah terlihat beberapa kali di sekitar fasilitas itu sebelum ditangkap.

Delair termasuk di antara produsen drone utama di Prancis dan mulai memasok sistem nirawak ke Kyiv setelah dimulainya invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina. Perusahaan ini memproduksi drone sipil maupun militer dan memainkan peran penting dalam industri pertahanan Prancis.

Foto: SIPA JEAN-CHRISTIAN | Delair. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top