China memulai uji terbang penuh dengan drone tiltrotor raksasa R6000

China memulai uji terbang penuh dengan drone tiltrotor raksasa R6000
China memulai uji terbang penuh dengan drone tiltrotor raksasa R6000 (Foto: X)

China mengambil langkah lain dalam pengembangan drone tiltrotor R6000 dengan memulai uji terbang penuh pesawat tersebut, menurut laporan situs The War Zone.

Gambar yang baru-baru ini dibagikan di media sosial Tiongkok menunjukkan model tersebut melakukan penerbangan bebas, melampaui uji melayang dengan kabel pengaman yang dilakukan sebelumnya.

Dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok United Aircraft, R6000 (juga dikenal sebagai Lanying R6000) adalah drone berbobot sekitar enam ton yang menggabungkan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) seperti helikopter dengan kecepatan dan jangkauan pesawat bersayap tetap. Proyek ini melakukan penerbangan perdananya pada Desember 2025 dan sejak itu secara bertahap memperluas cakupan pengujiannya.

Representasi artistik R6000. Foto: Shenzhen United Aircraft Technology
Representasi artistik R6000. Foto: Shenzhen United Aircraft Technology

Menurut informasi yang dirilis oleh pabrikan, R6000 dapat membawa muatan hingga 2 ton, mencapai kecepatan jelajah sekitar 550 km/jam, dan beroperasi dalam misi dengan jangkauan sekitar 4.000 kilometer.

Desain drone ini menarik perhatian karena kemiripannya dengan pesawat tiltrotor yang dikembangkan di Amerika Serikat, terutama Bell V-280 Valor, yang digunakan sebagai dasar untuk program pesawat sayap putar masa depan Angkatan Darat AS. Para analis mencatat bahwa sistem Tiongkok tersebut menggunakan rotor yang dapat dimiringkan, serupa dengan yang digunakan dalam proyek Amerika.

Representasi artistik R6000. Foto: Shenzhen United Aircraft Technology
Representasi artistik R6000. Foto: Shenzhen United Aircraft Technology

Meskipun pabrikan menyoroti aplikasi sipil, para ahli menilai bahwa karakteristik R6000 juga dapat berguna untuk misi militer, termasuk logistik jarak jauh, pengangkutan cepat pasokan, evakuasi medis, dan dukungan operasi di wilayah maritim atau daerah yang sulit dijangkau oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Masuknya program ini ke fase penerbangan bebas merupakan salah satu tonggak terpenting. Tantangan besar berikutnya adalah validasi penuh transisi antara penerbangan vertikal dan penerbangan konvensional, yang dianggap sebagai salah satu tahap paling kompleks dalam pengembangan pesawat tiltrotor.

Foto dan video: X @WenJian0922. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top