
Shield AI memperkenalkan konsep baru pesawat tempur otonom X-BAT, yang digambarkan oleh perusahaan sebagai pesawat tempur lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) pertama yang sepenuhnya dikendalikan oleh kecerdasan buatan.
Presentasi tersebut berlangsung dalam pameran pertahanan Eurosatory 2026 di Paris, sebuah ajang yang menandai salah satu pameran internasional terbesar proyek ini sejak diperkenalkan pada 2025.
X-BAT dikembangkan untuk beroperasi tanpa landasan pacu konvensional, dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal dari kapal, pulau, pangkalan depan improvisasi, dan area lain dengan infrastruktur terbatas. Menurut Shield AI, pesawat ini menggabungkan karakteristik yang biasanya dikaitkan dengan pesawat tempur berawak dengan fleksibilitas operasional drone modern.

Pesawat ini dilengkapi dengan sistem kecerdasan buatan Hivemind, perangkat lunak yang dikembangkan oleh perusahaan untuk memungkinkan operasi otonom bahkan di lingkungan ketika sinyal GPS dan komunikasi tidak tersedia atau mengalami gangguan.
Menurut Shield AI, X-BAT akan memiliki jangkauan lebih dari 3.700 kilometer, ketinggian operasional sekitar 15.000 meter, serta kemampuan untuk misi udara-ke-udara, serangan darat, peperangan elektronik, dan pengintaian.

Proyek ini menggunakan mesin GE F110, dari keluarga yang sama yang digunakan pada pesawat seperti jet tempur F-15 dan F-16, dipadukan dengan teknologi vektor dorong untuk memungkinkan operasi vertikal.
Perusahaan menyatakan bahwa penerbangan lepas landas dan mendarat vertikal pertama dijadwalkan berlangsung masih pada 2026, sementara kemampuan operasional awal diperkirakan tercapai pada 2028.
Program ini muncul di tengah meningkatnya minat Amerika Serikat dan sekutunya terhadap pesawat otonom yang mampu bertindak sebagai pengganda kekuatan atau “wingmen” tanpa awak di samping pesawat tempur konvensional.
Jika jadwal tersebut terpenuhi, X-BAT dapat menjadi salah satu pesawat otonom paling ambisius yang pernah dikembangkan, mencerminkan evolusi cepat kecerdasan buatan yang diterapkan pada pertempuran udara serta pencarian solusi yang tidak terlalu bergantung pada pangkalan udara tradisional.
Foto: Shield AI / Mark Pfeiffer. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.
