Israel menerima pesawat KC-46 Gideon pertama untuk pengisian bahan bakar dan transportasi militer

Boeing KC-46 “Gideon”. Foto: IDF
Boeing KC-46 “Gideon”. Foto: IDF

Angkatan Udara Israel menerima Boeing KC-46 “Gideon” pertamanya pada Rabu, sebuah pesawat pengisian bahan bakar di udara dan transportasi strategis yang menandai tahap baru dalam modernisasi aviasi militer negara tersebut.

Upacara penerimaan digelar di Pangkalan Udara Nevatim, di bawah pimpinan Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, dan Komandan Angkatan Udara Israel, Mayor Jenderal Omer Tishler.

KC-46 “Gideon” mendarat di pangkalan tersebut dan resmi bergabung dengan skuadron pengisian bahan bakar baru IAF, yang diresmikan pekan lalu. Pesawat ini merupakan unit pertama dari total enam pesawat yang dibeli melalui delegasi pengadaan Kementerian Pertahanan Israel di Amerika Serikat.

Boeing KC-46 “Gideon”. Foto: IDF
Boeing KC-46 “Gideon”. Foto: IDF

Menurut Pasukan Pertahanan Israel, kedatangan pesawat baru ini merupakan bagian dari kampanye luas untuk memperluas kemampuan militer negara tersebut. KC-46 meningkatkan daya jelajah jet tempur dalam misi jarak jauh, memungkinkan waktu terbang yang lebih lama dan memperkuat kemampuan operasi di berbagai medan.

Selain pengisian bahan bakar di udara, pesawat ini juga memiliki kemampuan mengangkut kargo, personel, dan dukungan logistik, sehingga menjadi platform multimisi. Bagi IAF, model baru ini merupakan lompatan besar dibandingkan pesawat pengisian bahan bakar yang lebih tua, terutama dalam operasi jarak jauh.

Boeing KC-46 “Gideon”. Foto: IDF
Boeing KC-46 “Gideon”. Foto: IDF

Dalam upacara tersebut, Kepala Staf Umum, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan bahwa kedatangan “Gideon” melambangkan dimulainya fase baru bagi Angkatan Udara Israel. Ia menekankan bahwa pesawat ini merupakan hasil dari perencanaan, kerja sama industri, dan persiapan operasional jangka panjang.

Komandan Angkatan Udara Israel, Mayor Jenderal Omer Tishler, mengatakan bahwa pesawat baru ini menambahkan “lebih banyak bahan bakar, lebih banyak muatan, jarak yang lebih jauh, dan lebih banyak kemungkinan” pada kemampuan strategis IAF. Menurutnya, kekuatan udara tetap menjadi alat utama untuk memperluas jangkauan operasi pasukan Israel.

Pangkalan Udara Nevatim, tempat KC-46 diterima, sudah menjadi rumah bagi platform strategis lainnya dalam aviasi Israel. Komandan pangkalan menegaskan bahwa pengoperasian pesawat sebesar ini di tengah periode operasi yang intens merupakan tantangan logistik dan operasional, sekaligus tonggak bersejarah bagi angkatan tersebut.

Dengan kedatangan KC-46 “Gideon” pertama, Israel memulai pembaruan armada pengisian bahan bakar udaranya, yang dianggap penting untuk misi jarak jauh, dukungan bagi jet tempur, transportasi strategis, dan operasi gabungan di berbagai front.

+ Pentagon merilis video objek yang ditembak jatuh oleh F-16 di atas Danau Huron pada 2023

Sumber dan gambar: Pasukan Pertahanan Israel – IDF. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial.

Back to top